MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - MEKKAH – Puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) merupakan inti atau fase paling krusial dari seluruh rangkaian ibadah haji.
Mengingat pentingnya fase ini sebagaimana sabda Nabi SAW bahwa Al-Hajju Arafah (Haji adalah Arafah), kesiapan logistik, penempatan, dan penguasaan lokasi menjadi hal yang wajib dimatangkan sejak dini.
Demi kelancaran ibadah jemaah, para pembimbing ibadah dari KBIHU Gema Arafah bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arab Saudi Daerah Kerja Mekkah melakukan survei lokasi langsung ke area Armuzna.
Langkah taktis ini diambil untuk memberikan gambaran medan terkini kepada para pengambil kebijakan serta memastikan seluruh fasilitas jemaah siap digunakan.
Survei ini sangat penting karena nantinya jemaah haji akan menempati dua area tenda yang berbeda, yaitu di Arafah dan di Mina. Melalui survei ini, tim dapat memetakan secara detail titik koordinat, fasilitas, serta pembagian area tenda, termasuk untuk beberapa lokasi strategis seperti tenda Kloter 21 YIA (Yogyakarta) yang berada di wilayah Mina dan wilayah Arafah.
Berdasarkan rencana pergerakan, jemaah haji nantinya akan menempati tenda di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk melaksanakan wukuf. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan melakukan mabit (bermalam) di Muzdalifah.
Memasuki fase Mina, jadwal penempatan tenda akan disesuaikan dengan pilihan ibadah jemaah. Bagi jemaah yang mengambil rute Haji Tarwiyah, mereka sudah mulai menempati tenda Mina sejak tanggal 8 Dzulhijjah. Sementara bagi jemaah reguler, mereka akan kembali dari Muzdalifah dan menempati tenda Mina pada tanggal 9 Dzulhijjah malam atau dini hari. Jemaah kemudian menetap di Mina untuk melakukan prosesi lempar jumrah di area Jamarat pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah bagi yang mengambil Nafar Awal, serta hingga tanggal 13 Dzulhijjah bagi jemaah yang mengambil Nafar Tsani.
Melalui survei yang komprehensif ini, diharapkan segala potensi hambatan logistik maupun penempatan tenda dapat diantisipasi lebih awal, sehingga jemaah dapat fokus beribadah dengan aman, nyaman, dan mabrur.
Kontributor : Emmi
Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!