MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM-MEKKAH – Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah, melainkan sebuah madrasah spiritual yang menguji keteguhan hati, keikhlasan, dan rasa persaudaraan.
Ujian keikhlasan itulah yang kini tengah dirasakan mendalam oleh keluarga besar KBIHU GA, seiring bersatunya rasa duka dan harapan dalam untaian doa bersama serta pelaksanaan shalat ghaib.
Pemberangkatan ibadah haji tahun ini menyisakan kisah haru yang menggetarkan jiwa. Ibu Titik Subarjati, salah seorang Calon Jemaah Haji (CJH) yang semula dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci, harus merelakan impiannya tertunda. Sepekan sebelum jadwal keberangkatan, kondisi kesehatan mengharuskan beliau menjalani perawatan cuci darah. Namun, takdir Allah SWT berkata lain. Pada hari Jumat, 15 Mei 2026, Ibu Titik mengembuskan napas terakhirnya, kembali ke haribaan Sang Pencipta.
Kabar duka ini menjadi pukulan berat, khususnya bagi sang suami, Bapak Joko, yang saat ini berstatus sebagai jemaah di Kelompok G. Di tengah kesedihan mendalam dan ruang hampa yang ditinggalkan sang istri, Pak Joko tidak sendirian.
Sebagai wujud solidaritas, rasa cinta, dan belasungkawa yang mendalam sesama jemaah, KBIHU Gema Arofah spontan menggelar shalat ghaib dan doa bersama. Seluruh jemaah menyatukan hati, memohonkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah untuk almarhumah Ibu Titik, sekaligus mengalirkan energi kekuatan dan ketabahan bagi Pak Joko.
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa persaudaraan di dalam jemaah haji telah melampaui ikatan darah.
"Kami merasakan apa yang Pak Joko rasakan. Shalat ghaib dan doa bersama ini adalah wujud cinta kami. Di Tanah Suci maupun di tanah air, doa kami akan terus mengalir untuk menguatkan beliau," ujar salah satu perwakilan jemaah dengan nada bergetar.
Mengetuk Pintu Langit untuk Kesembuhan
Tidak hanya duka, untaian doa tulus juga dipanjatkan untuk jemaah dan keluarga yang sedang berjuang melawan sakit. Dalam kesempatan yang sama, kekhusyukan doa juga ditujukan untuk kesembuhan Bapak Sholeh Yahya.
Ayahanda dari Arsala sekaligus mertua dari Nabila Ibrahim tersebut saat ini dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup drastis. Beliau kini tengah mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.
Melalui ketukan doa dari ratusan jemaah yang ikhlas, besar harapan agar Allah SWT mengangkat penyakit Bapak Sholeh Yahya, memberikan mukjizat kesembuhan, serta menganugerahkan kesabaran yang luar biasa bagi keluarga yang mendampingi.
Refleksi Sebuah Perjalanan
Peristiwa ini menjadi refleksi mendalam bagi seluruh jemaah KBIHU Gema Arofah. Bahwa esensi haji mabrur telah dimulai sejak di tanah air, bukan hanya saat wukuf di Arafah, melainkan ketika kita mampu berempati, saling menguatkan saat runtuh, dan saling mendoakan dalam kebaikan.
KBIH Gema Arofah membuktikan bahwa dalam setiap jengkal langkah menuju Baitullah, ada cinta yang kokoh dan solidaritas yang takkan putus oleh jarak maupun keadaan. Semoga almarhumah Ibu Titik Subarjati mendapatkan tempat termulia di sisi-Nya, dan Bapak Sholeh Yahya segera diberikan kesembuhan paripurna. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.
'Kontributor : Emmi
Editor : Rudyspramz
Komentar
Amin ya robal alamin . Semoga doa doanya di kabulkan Allaah SWT dan semua jamaah dari gema arofah selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT