KABAR 2 menit baca

Menjemput Berkah di Sepertiga Malam, Jemaah KBIHU Gema Arafah Rampungkan Tawaf Ifadah di Bawah Langit Purnama Makkah

Rudi Pramono 10 Juni 2026 18 views

MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM -​MAKKAH – Jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Gema Arafah sukses menyelesaikan salah satu rukun haji paling krusial, yaitu Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah. Menariknya, demi menjaga kebugaran fisik, rombongan sengaja mengambil waktu pelaksanaan di sepertiga malam terakhir pada Selasa, 18 Zulhijah, di bawah indahnya sorotan bulan purnama.

​Langkah strategis ini diambil oleh tim pembimbing untuk menyiasati kelelahan jemaah setelah terkuras energinya pada rangkaian puncak haji sebelumnya.

Siasat Pulihkan Energi: "Bukan Terburu-buru, tapi Berburu Kekhusyukan"

​Setibanya di hotel dari Mina pada 13 Zulhijah, pihak KBIHU Gema Arafah tidak langsung memaksakan jemaah untuk menuju Masjidil Haram. Kebijakan ini diberlakukan demi memberikan hak istirahat yang cukup bagi seluruh jemaah, baik yang berusia muda maupun lansia.

​"Kami tidak langsung melakukan Tawaf Ifadah karena mengutamakan pemulihan energi terlebih dahulu. Kami ingin memastikan kondisi fisik seluruh jemaah, baik yang muda maupun yang tua, sudah kembali stabil, segar, dan sehat. Dengan begitu, jemaah bisa lebih berkonsentrasi dan khusyuk dalam beribadah tanpa harus terburu-buru," ujar perwakilan pembimbing KBIHU Gema Arafah melalui pesan suaranya.

​Setelah kondisi fisik dipastikan kembali bugar dan pakaian tertata rapi, rombongan bertolak dari maktab menuju baitullah di sepertiga malam terakhir. Perjalanan malam itu terasa magis berkat lanskap langit Makkah yang dihiasi bulan purnama terang benderang mirip fenomena blue moon. Momen syahdu perpaduan cahaya bulan dan menara Masjidil Haram ini terekam indah

Manfaatkan Lantai 2 : Lebih Longgar, Bebas Baju Ihram

​Untuk menghindari kepadatan ekstrem di area utama (Mataf bawah), KBIHU Gema Arafah memilih melaksanakan tawaf di area lantai 2 Masjidil Haram. Walaupun memiliki lintasan yang jauh lebih lebar dan memakan waktu tempuh lebih lama, hal ini justru memberi ruang bagi jemaah untuk melantunkan doa dengan lebih tenang, dalam, dan tanpa desak-desakan.

Kenyamanan ibadah kali ini juga bertambah lantaran jemaah telah mencapai fase Tahalul Awal. Berdasarkan syariat, jemaah pria tidak lagi terikat aturan pakaian ihram dua lembar. para jemaah pria tampak rapi dan bebas mengenakan pakaian biasa seperti baju koko atau gamis harian saat berarak memasuki pintu utama masjid.

​Di tengah prosesi tawaf, rombongan sempat berhenti sejenak untuk menunaikan salat wajib berjamaah bersama jemaah dunia lainnya, sebelum akhirnya menggenapkan putaran tawaf hingga hitungan ketujuh.

Fajar di Masjidil Haram dan Bonus Buku Keagamaan Gratis

Rangkaian Tawaf Ifadah yang panjang tersebut rampung tepat saat fajar menyingsing (syuruk). Keindahan siluet menara masjid di bawah langit pagi terekam apik menandai bergantinya malam purnama menuju hangatnya mentari Makkah.

​Menutup prosesi ibadah, saat jemaah hendak bergeser menuju area lintasan Sai, mereka mendapatkan bonus berkah tak terduga.

Rombongan melewati pos fasilitas perpustakaan eksternal Masjidil Haram yang sedang mengadakan aksi literasi, yaitu membagikan buku-buku keagamaan secara gratis bagi jemaah haji asal Indonesia dan negara lainnya.

​Dengan selesainya Tawaf Ifadah ini, satu beban rukun haji yang berat telah ditunaikan oleh jemaah KBIHU Gema Arafah dengan manajemen waktu yang cerdas, fisik yang prima, serta hati yang dipenuhi rasa syukur.

Kontributor : Emi
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Bus Shalawat Belum Beroperasi, Jemaah Haji KBIHU Gema Arafah...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar