KABAR 2 menit baca

Bus Shalawat Belum Beroperasi, Jemaah Haji KBIHU Gema Arafah Tetap Semangat Jalan Kaki ke Masjidil Haram

Rudi Pramono 10 Juni 2026 32 views

MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM
​MAKKAH – Pasca-puncak prosesi haji di Mina, layanan Bus Shalawat yang biasa memfasilitasi transportasi jemaah di Tanah Suci dilaporkan belum beroperasi kembali. Situasi ini mengharuskan rombongan jemaah haji, termasuk di antaranya KBIHU Gema Arafah, untuk berjalan kaki dari pemondokan menuju Masjidil Haram guna menuntaskan Thawaf Ifadhah.

​Para jemaah tertangkap kamera menyusuri rute pedestrian dari wilayah Misfalah, tepatnya bertolak dari akomodasi Hotel Number One 806.

Rombongan yang tampak mengenakan atribut khas syal biru-kuning bertuliskan KBIHU Gema Arafah tersebut bergerak tertib melintasi kawasan Jabal Omar sebelum akhirnya memasuki pelataran utama Masjidil Haram. Pergerakan massal ribuan jemaah mandiri ini menjadi pemandangan ikonik yang mendominasi jalanan protokol Makkah pada malam hari.

​Kendati harus menempuh jarak yang cukup lumayan dengan berjalan kaki, kondisi tersebut sama sekali tidak menggerus api semangat para jemaah. Sebaliknya, perjalanan spiritual ini justru dirasakan sangat ringan dan dinikmati dengan penuh khidmat oleh seluruh anggota rombongan.

​Ketahanan mental dan fisik yang telah digembleng serta terlatih secara alami selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi modal utama. Jemaah mengalkulasi bahwa rute menuju Masjidil Haram ini terasa jauh lebih terukur dan ringan jika dikomparasikan dengan prosesi melontar jumrah (jamarat) pada hari-hari sebelumnya. Di mana pada fase tersebut, mereka diwajibkan berjalan kaki secara non-stop selama kurang lebih 2 jam pergi-pulang tanpa jeda istirahat.

"Perjalanan ke Masjidil Haram dari Misfalah ini terasa sangat kecil bebannya. Karena hati kami bahagia, dan perjalanan hanya ditempuh sekitar 30 menit saja," ungkap Pembimbing drg. Emi Murniyanti dalam rekaman suara digital yang diterima redaksi.

​Aktivitas mobilisasi jalan kaki saat agenda Thawaf Ifadhah ini terbukti tidak menjadi kendala berarti bagi jemaah KBIHU Gema Arafah. Kesiapan fisik mereka dinilai telah beradaptasi sempurna dan teruji matang melewati eskalasi ibadah yang dinamis.

Rasa syukur serta euforia spiritual yang membuncah setelah menyelesaikan rukun-rukun besar haji berhasil mentransformasi estimasi jarak tempuh 30 menit tersebut menjadi terasa begitu singkat dan menyenangkan.

Kontributor : Emi
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Membludak, Kuota 3 Kelas MI Muhammadiyah Plus Leksono Resmi... Selanjutnya Menjemput Berkah di Sepertiga Malam, Jemaah KBIHU Gema Arafa...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar