KABAR 2 menit baca

Manifestasi Slogan 'Benar, Mudah, Mandiri', Jemaah KBIHU Gema Arafah Kompak Layani Lansia Berkursi Roda Saat Tawaf Ifadah

Rudi Pramono 10 Juni 2026 61 views

MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM-
​MAKKAH – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Gema Arafah membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik antarsesama jemaah. Saat melaksanakan rukun penting Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah, jemaah tidak sekadar berfokus pada ibadah pribadi, melainkan bergerak bersama dalam grup-grup kecil demi memastikan keselamatan seluruh rombongan, khususnya para jemaah lanjut usia (lansia).

​Aksi saling dukung (ta'awun) ini menjadi bukti nyata keberhasilan jemaah dalam mengimplementasikan slogan utama KBIHU Gema Arafah, yakni "Benar, Mudah, Mandiri", yang telah diuji sejak pelaksanaan lempar jumrah di Mina hingga puncak Tawaf Ifadah.

​Strategi Kelompok Kecil dan Manajemen Gelombang Kursi Roda
​Pelaksanaan Tawaf Ifadah kali ini sengaja dipecah ke dalam beberapa kelompok kecil. Strategi ini terbukti sangat efektif untuk membangun komunikasi yang intens, di mana sesama jemaah bisa saling menguatkan dan menjaga barisan agar tidak terpisah di tengah lautan manusia.
​Tantangan terbesar dalam prosesi ini adalah pendampingan terhadap jemaah lansia yang membutuhkan perhatian ekstra.

Manajemen KBIHU Gema Arafah membagi pendampingan lansia ini ke dalam dua gelombang khusus. Para lansia yang memiliki keterbatasan fisik difasilitasi menggunakan alat bantu kursi roda untuk menuntaskan rangkaian tawaf hingga sai.

para jemaah lansia tampak terdokumentasi dengan baik, duduk di atas kursi roda dengan didampingi oleh petugas rombongan yang siap siaga.

​Sinergi Karom dan Karu: Menghormati yang Tua, Menyayangi yang Muda
​Keberhasilan pergerakan ini tidak lepas dari peran aktif Kepala Rombongan (Karom) dan Kepala Regu (Karu). Mereka saling bekerja sama, berbagi tugas, dan mengawal ketat setiap jemaah lansia agar dapat melaksanakan ritual ibadah secara benar dan aman.

​"Masya Allah, semangat ta'awun (saling menolong) benar-benar terlihat jelas dari jemaah KBIHU Gema Arafah. Semangat mereka luar biasa dalam berkhidmat, saling melayani yang tua atau senior, dan sebaliknya, yang tua menyayangi yang muda. Saling support dan saling berbagi," ungkap perwakilan pembimbing dengan penuh rasa haru melalui pesan suaranya.
​Prinsip kebersamaan inilah yang membuat perjalanan ibadah yang secara fisik berat, berubah menjadi penuh berkah dan kemudahan.

Bonus Berkah Literasi: Petunjuk Praktis Hidup Bahagia

​Setelah berjuang bersama menyelesaikan putaran tawaf dan sai dengan selamat, jemaah kembali mendapatkan hadiah spiritual di penghujung ibadah. Saat melintasi area perpustakaan eksternal di dalam kawasan Masjidil Haram, mereka menerima pembagian buku-buku keagamaan gratis yang diterbitkan khusus dalam bahasa Indonesia.

​Buku gratis yang diterima jemaah di antaranya berjudul "Petunjuk Praktis Hidup Bahagia" karya Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'diy serta buku "Rasul Islam". Hadiah literasi ini menjadi buah manis penutup ibadah, sekaligus bekal rohani bagi jemaah untuk dibawa pulang ke tanah air.

​Melalui manajemen kelompok yang rapi serta penerapan prinsip "Benar, Mudah, Mandiri", KBIHU Gema Arafah tidak hanya sukses mengantarkan jemaahnya meraih rukun haji yang sah, tetapi juga berhasil merajut nilai-nilai kemanusiaan yang luhur di tanah suci.

Kontributor : Emi
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Menjemput Berkah di Sepertiga Malam, Jemaah KBIHU Gema Arafa... Selanjutnya Sisi Lain Pasca-Armuzna: Jemaah KBIHU Gema Arafah Obati Drop...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar