KABAR 2 menit baca

Sisi Lain Pasca-Armuzna: Jemaah KBIHU Gema Arafah Obati Drop Fisik dan Batuk Massal Lewat Kehangatan Kuliner Nusantara

Rudi Pramono 10 Juni 2026 21 views
Sisi Lain Pasca-Armuzna: Jemaah KBIHU Gema Arafah Obati Drop Fisik dan Batuk Massal Lewat Kehangatan Kuliner Nusantara

MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM-
​MAKKAH – Berakhirnya fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menyisakan ruang rindu mendalam sekaligus ujian kesehatan yang nyata bagi jemaah KBIHU Gema Arafah.

Setelah berjuang melewati padatnya maktab dan menaklukkan jalur jamarat, sebagian besar jemaah kini harus berhadapan dengan realitas penurunan kondisi fisik (drop) akibat kelelahan ekstrem.

​Untuk menyiasati serangan flu dan batuk massal pasca-Armuzna, para jemaah memiliki cara unik untuk memulihkan stamina, yaitu dengan berburu kuliner hangat khas nusantara di sekitar hotel maktab mereka.

Dihantam Suhu Ekstrem 50 Derajat dan Batuk Massal

​Penurunan imunitas secara drastis ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang dialami jemaah selama berada di Arafah. Kombinasi suhu udara yang membakar dan debu yang beterbangan bebas menjadi faktor utama gangguan pernapasan jemaah.

​"Saat di Arafah, suhu sangat panas mencapai sekitar 50 derajat Celsius. Dengan kondisi berihram tanpa masker, debu-debu jalanan yang beterbangan bebas terhirup jemaah. Akibatnya, kondisi fisik rata-rata jemaah mengalami penurunan, dan serangan flu serta batuk massal menjadi hal yang tidak terelakkan," ungkap drg. Emi Murniyanti Sp. Ort, Pembimbing jemaah melalui rekaman audio

​Rasa lelah berbagi kasur di tenda Mina dan antrean panjang kini berganti menjadi perjuangan untuk mengembalikan kebugaran tubuh sebelum melanjutkan sisa rukun haji berikutnya.

​'Relaksasi Psikologis: Melegakan Tenggorokan Lewat Cita Rasa Lokal

​Sebagai langkah pemulihan (recovery) mandiri, jemaah berbondong-bondong mencari hidangan hangat berkuah yang dijajakan di sekitar hotel tempat mereka menginap. Metode ini terbukti efektif menjadi penawar rindu kampung halaman sekaligus sarana ikhtiar medis alternatif.

​Menu-menu autentik Indonesia pun langsung menjadi primadona yang paling diburu :

Bakso dan Soto: Hidangan berkuah panas dengan rempah nusantara yang dinilai sangat membantu melegakan tenggorokan jemaah yang gatal akibat batuk.

​Gorengan Hangat: Kudapan renyah seperti bakwan atau bala-bala yang disajikan langsung dari penggorengan untuk memanjakan lidah jemaah.

'​Lapak Bakso Depan Hotel Jadi Penyelamat Stamina

​Suasana berburu kuliner ini tergambar dalam sebuah lapak makanan Indonesia di area pejalan kaki depan hotel menyediakan mangkuk-mangkuk berisi soun dan sayuran hijau yang siap disiram kuah kaldu bening panas dari termos besar. Di dekatnya, sewadah penuh bakwan goreng hangat siap disajikan untuk jemaah.

​Melalui momen santai ini, jemaah KBIHU Gema Arafah tidak sekadar menikmati makanan, tetapi juga menjadikannya ruang untuk beristirahat, saling bercengkerama, dan berikhtiar mengonsumsi asupan hangat. Sambil terus melantunkan zikir, jemaah berharap stamina mereka segera pulih seutuhnya demi menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah suci di tanah haram.

Kontributor : Emi
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Manifestasi Slogan 'Benar, Mudah, Mandiri', Jemaah KBIHU Gem... Selanjutnya Sisi Lain Pasca-Haji: Cara Hangat Jemaah KBIHU Gema Arafah E...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar