MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan, termasuk Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wonosobo, terus bergerak cepat melakukan operasi pencarian terhadap seorang anak yang diduga hilang di jalur pendakian Gunung Bismo, via Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang. Hingga malam ini, pencarian intensif di medan curam tersebut masih membuahkan hasil nihil.
Operasi pencarian yang melibatkan puluhan relawan ini dihadapkan pada tantangan berat. Berdasarkan laporan terkini, sinyal telepon genggam milik penyintas (survivor) saat ini mendadak mati total, diduga kuat karena kehabisan daya baterai atau adanya pergantian kartu SIM sehingga menyulitkan pelacakan titik koordinat secara digital.
Penyisiran Tebing Curam dan Kesaksian Warga
Guna memaksimalkan pencarian, personel MDMC Wonosobo yang menerjunkan 10 relawan tangguh di antaranya Faid, Hanif Maulana, Purwadi Cakra Bayu, Eko Budi, Tri, Catur, Ikhwan, Nuriyudi, Edy Sinyo, dan Falsa tergabung dalam Search and Rescue Unit (SRU) 3.
Tim SRU 3 memfokuskan misi khusus untuk menyisir kawasan punggungan di atas Curug Telu. Menembus vegetasi rapat, tim berhasil mencapai titik target sekitar pukul 14.00 WIB. Mengingat kontur tebing yang sangat ekstrem dan curam, para relawan bahkan harus menggunakan teknik rope access (akses tali) demi keamanan proses penyisiran.
Di sisi lain, tim posko induk terus mengumpulkan kesaksian dari warga setempat untuk memperkecil radius pencarian. Beberapa titik terang yang menjadi acuan tim antara lain :
Pukul 14.00 WIB: Seorang warga Mutisari bernama Bapak Tohar sempat mendengar suara teriakan meminta tolong dari arah Bukit Pondok Pagergunung. Di waktu yang bersamaan, warga Krinjing juga melihat anak tersebut berjalan melewati ladang menuju ke arah atas.
Malam Hari : Warga Ndepok melaporkan sempat melihat sorotan lampu senter misterius di sekitar area Curug Situkung via Krinjing antara pukul 18.00 hingga 19.00 WIB.
Kendala Lapangan : Selain kontur bumi yang ekstrem di beberapa titik tebing, tim SAR gabungan juga menghadapi kendala berupa informasi terkait kronologi dan ciri penyintas yang masih belum baku (simpang siur).
Pencarian Dilanjutkan Besok Pagi
Setelah menyisir jalur tebing hingga sore hari, tim SRU 3 mulai bergerak turun pada pukul 15.45 WIB dan tiba kembali di posko induk pada pukul 17.45 WIB untuk melakukan debrifing.
Karena kondisi pencarian hari pertama yang masih nihil dan terkendala gelapnya malam, operasi visual dihentikan sementara. Operasi SAR gabungan berskala besar akan kembali dilanjutkan esok pagi secara serentak. Seluruh personel dan elemen relawan dipusatkan untuk berkumpul di Posko Induk Balai Desa Krinjing guna memetakan ulang koordinat dan membagi wilayah penyisiran baru.
Kontributor : Kurniadi
Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!