OPINI 1 menit baca

Jejak Kitab Kuning dalam Tradisi Keilmuan Muhammadiyah

Rudi Pramono 06 Agustus 2026 10 views
Jejak Kitab Kuning dalam Tradisi Keilmuan Muhammadiyah

Indikasi Jarak Muhammadiyah dengan Kitab Kuning

Ada pandangan bahwa Muhammadiyah semakin jauh dari tradisi kitab kuning yang umum di pesantren. Kritikan ini menyebutkan bahwa dakwah Muhammadiyah lebih fokus pada aksi sosial dibandingkan kajian literatur primer (maroj) yang mendalam. 

Pandangan Tokoh terhadap Tradisi Keilmuan

Mantan Ketum PBNU Said Aqil Siroj yang menyoroti jasa Muhammadiyah dalam menjaga aqidah umat, namun memberikan kritik mengenai kurangnya kajian kitab-kitab klasik seperti dalam tradisi pesantren 

Metodologi Tarjih  

Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih memiliki pendekatan kembali langsung ke Al-Qur'an dan Sunnah. Hal ini berbeda dengan tradisi taklid atau mengikuti pendapat imam mazhab secara mutlak. Meskipun kitab kuning dianggap penting sebagai referensi, Muhammadiyah menekankan bahwa isinya harus dicocokkan dengan dalil-dalil utama


Sejarah dan Tokoh: Diskusi ini juga menelusuri latar belakang keilmuan KH Ahmad Dahlan yang dipengaruhi oleh berbagai gerakan pembaruan seperti Muhammad Abduh, Jamaludin Al-Afghani, serta semangat pemurnian tauhid. Hal ini membentuk karakter Muhammadiyah yang inklusif namun tetap kritis (33:37 - 42:00).
Perubahan Praktik Ibadah: Video memberikan contoh bagaimana produk hukum Majelis Tarjih (seperti dalam buku Himpunan Putusan Tarjih) menghasilkan praktik ibadah yang lebih sederhana dan langsung merujuk pada dalil, seperti dalam praktik salat yang berbeda dengan tradisi mazhab Syafi'iyah yang sebelumnya umum di masyarakat (1:00:10 - 1:07:00).

Sebelumnya Majalah Al-Manar sebagai jembatan intelektual dan katalisato... Selanjutnya K3M Muria Wonosobo Gelar Bimtek Kokurikuler untuk Perkuat Ka...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar