MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM-MAKKAH – Berakhirnya seluruh rangkaian puncak ibadah haji dan umrah musim ini tidak menyurutkan semangat para jemaah di Tanah Suci. Bagi mereka yang masih memiliki jadwal tinggal (masa tinggal) cukup panjang di Kota Makkah, waktu luang tersebut dimanfaatkan dengan melakukan city tour religi ke tempat-tempat bersejarah demi mendalami sirah nabawiyah.
Kota Taif yang terletak di dataran tinggi berudara sejuk menjadi destinasi utama yang paling diminati oleh rombongan jemaah kali ini.
Mengenang Pilu dan Ketabahan Rasulullah di Thaif
Pemilihan Kota Thaif sebagai tujuan napak tilas memuat nilai historis yang sangat mendalam bagi umat Islam. Jemaah diajak kembali menyelami momen krusial saat Rasulullah SAW memutuskan berhijrah ke kota ini, berharap dakwah Islam dapat diterima dengan baik oleh Kabilah Tsaqif setelah mendapat tekanan hebat di Makkah.
Namun, sejarah mencatat kisah pilu. Informasi kedatangan Rasulullah SAW bocor lebih awal, memicu penolakan keras dari masyarakat setempat. Alih-alih disambut hangat, Baginda Nabi justru dilempari batu oleh kaum wanita dan anak-anak hingga mengalami luka-luka.
"Sungguh sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan. Namun dari situ kita memetik pelajaran berharga bahwa berikhtiar di jalan Allah pasti akan penuh ujian," ungkap salah seorang jemaah sembari merefleksikan ketabahan Rasulullah SAW di lokasi kejadian, sebagaimana di ceritakan dalam kiriman audio drg. Emi Murniyanti, Sp.Ort
Ketabahan luar biasa Rasulullah SAW teruji ketika Malaikat Jibril dan malaikat penjaga gunung menawarkan diri untuk menimpakan gunung sebagai azab bagi penduduk Thaif. Dengan kelembutan hatinya, Rasulullah SAW menolak tawaran tersebut dan justru berdoa agar kelak lahir generasi pembela Islam dari keturunan mereka, doa yang kini terbukti nyata.
Antusiasme Jemaah di Gerbang Bersejarah : Masjid, Perpustakaan dan Makam Ibnu Abbas di Thaif
Rombongan jemaah yang mengenakan seragam batik khas berpadu pakaian syar'i tampil sangat kompak dan antusias. Mereka menyempatkan diri untuk berfoto bersama tepat di depan Gerbang Bersejarah Abdullah bin Abbas (salah satu situs ikonik bernuansa islami di kota tersebut.
Raut wajah bahagia sekaligus haru terpancar jelas dari para jemaah setelah menyaksikan langsung lanskap kota yang menjadi saksi bisu perjuangan dan mukjizat kesabaran Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan napak tilas sejarah ini diharapkan tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga mempertebal iman serta memperkaya wawasan keislaman para jemaah sebelum mereka dijadwalkan kembali ke tanah air.
Kontributor : Emi
Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!