KABAR 4 menit baca

Untuk Memastikan Pelaksanaan Qurban Syar'i, Muhammadiyah Wonosobo Gelar Pelatihan Sembelih Halal dan Launching JagalMu Wonosobo

Rudi Pramono 24 Mei 2026 186 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Untuk memastikan pelaksanaan ibadah qurban di lingkungan warga Muhammadiyah berjalan sesuai syariat Islam, higienis, dan terjamin kehalalannya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo menggelar Pelatihan Penyembelihan Halal sekaligus Launching Juru Sembelih Halal Muhammadiyah (Jagalmu). 

Kegiatan strategis ini dipusatkan di Masjid Sabilul Huda, Ranting Muhammadiyah Purnamandala, pada Ahad (24/5/2026).
​Pelatihan ini diikuti oleh sedikitnya 60 peserta jagal yang merupakan utusan dari 17 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Wonosobo, RS PKU Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah 1, serta SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo.

Ketua Panitia Penyelenggara, H. Khanif Rosyadi, dalam sambutan pengantarnya menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum krusial untuk mengoreksi sekaligus memastikan keabsahan praktik penyembelihan yang selama ini berjalan di masyarakat agar benar-benar linier dengan tuntunan syariat.

​“Para pelatih dan pemateri yang kita hadirkan hari ini sangat kompeten. Ada Nurhadi Riyanto yang sudah tersertifikasi profesi juru sembelih halal, serta dokter hewan Nur Adianto, M.Sc, Penyelia halal, Acesor Juru Sembelih Halal sekaligus Tim Halal Thayib MUI Kabupaten Wonosobo

Kegiatan ini juga mendesak untuk merangsang regenerasi juru sembelih, mengingat di lapangan kita melihat banyak jagal yang sudah sepuh namun masih harus turun tangan sendiri,” ujar H. Khanif.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua PDM Wonosobo, Bambang Wen, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas ini memiliki korelasi langsung dengan status hukum halal dan haramnya daging qurban yang dikonsumsi oleh masyarakat luas.

​“Tujuan utama pelatihan ini adalah mendongkrak kapasitas Jagalmu agar seluruh proses dari hulu ke hilir sesuai syariat dan agar Jagalmu Wonosobo tidak bergerak sendiri-sendiri, akan kita organisasikan secara resmi yang diawali lewat pelantikan Jagalmu Kabupaten Wonosobo hari ini,” tegas Bambang Wen.

​Lebih lanjut, Bambang memaparkan aspek profesionalisme yang diajarkan mencakup manajemen teknis yang komprehensif. Mulai dari persiapan sarpras, teknik penyembelihan, hingga sistem pembuangan limbah kotoran (septic tank). Khusus limbah kotoran qurban, jika dikelola dengan baik, dalam setahun dapat dikonversi menjadi pupuk organik potensial untuk penghijauan lingkungan masjid sekitar agar tidak gersang.

​"Ikuti kegiatan ini dengan baik dari awal hingga akhir, dan pastikan setelah dari sini semua peserta mampu menyembelih secara syar'i, halal, dan profesional," harap Bambang.

​Titik Kritis dan Teknik Sembelih Halal

​Nurhadi Riyanto dalam paparannya mengawali dengan pre-test untuk mengukur basis pengetahuan awal para peserta.

Memasuki sesi inti materi teknis penyembelihan, pengeletan, dan pembersihan kotoran, ia mengawali menjabarkan urgensi pemenuhan alat pelindung diri (APD) dan peralatan standar seorang jagal, ia membeberkan kunci sukses penyembelihan berprinsip Ihsan (memperlakukan hewan dengan kasih sayang), di antaranya: hewan wajib dipuasakan selama 12 jam sebelum disembelih namun tetap diberi minum, menggunakan pisau yang sangat tajam, merobohkan hewan dengan teknik yang aman dan minim stres, serta menghadapkan hewan ke arah kiblat tanpa memperlihatkan proses penyembelihan kepada hewan lain yang mengantre, dll

​"Saat mengeksekusi, baik dengan teknik dorong maupun tarik, pastikan tiga saluran utama pada leher hewan terputus total dalam sekali sayatan, yaitu saluran darah (wadajain), saluran makanan (mari'), dan saluran napas (hulqum). Pengeletan kulit baru boleh dilakukan setelah hewan benar-benar dipastikan mati total dan tidak ada darah yang menggenang," urai Nurhadi.

​Untuk efisiensi pembersihan jeroan, Nurhadi mendemonstrasikan teknik membersihkan kotoran menggunakan semprotan pipa plastik kecil yang dialirkan langsung ke usus dan lambung hewan sehingga proses pembersihan berjalan cepat dan higienis.

​"Limbah kotoran ini langsung masuk ke lubang pembuangan khusus tinja, tidak boleh dibuang di sungai. Demikian pula setelah penyembelihan, wajib dibuat lubang khusus pembuangan air dan darah untuk menjaga lingkungan," tambahnya.

Agar peserta lebih paham dilanjut praktek penyembelihan, pengeletan dan pembersihan kotoran 3 ekor kambing.

​Standarisasi Manajemen Penyelenggaraan Qurban

​Sementara itu, drh. Nur Adianto, M.Sc., memaparkan secara rinci mengenai standarisasi penyelenggaraan.

​Dalam penjelasannya, alumnus Magister Sains Veteriner FKH UGM tersebut menekankan empat Titik Kritis utama yang wajib dipatuhi oleh panitia qurban:

1. ​Hewan Qurban: Memastikan kesehatan, kelayakan, serta penanganan (handling) ternak yang benar demi mencegah stres akut maupun kronis yang dapat menurunkan kualitas daging.

2. ​Penyelenggara : Kesiapan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat, mulai dari ketua panitia, petugas handling, juru sembelih, hingga petugas pengulitan dan pembersihan.

3. ​Sarana dan Prasarana : Ketersediaan fasilitas yang higienis, tata letak (layout) area qurban yang memadai, serta zonasi tempat penyembelihan yang terisolasi dari hewan hidup lainnya.

4. ​SOP Kerja: Penerapan briefing sebelum beraktivitas serta kepatuhan penuh pada protokol kerja yang terencana demi menghindari sistem kerja mendadak tanpa evaluasi.

​"Target utama kita adalah menghasilkan daging yang bersih, aman dikonsumsi (thayyib), sehat, dengan tetap menerapkan animal welfare (kesejahteraan hewan) untuk meminimalkan rasa sakit."ujarnya 

"Selain menjaga higienitas personal dan lingkungan, komitmen kita bersama adalah memastikan nihil kecelakaan kerja sepanjang proses ibadah qurban berlangsung," terang drh. Nur Adianto.

​Pelatihan yang berlangsung interaktif ini memadukan pendalaman teori ilmiah-syar'i dengan simulasi praktik langsung di lapangan, diselingi dengan sesi dialog interaktif yang disambut antusias oleh puluhan kader Jagalmu Kabupaten Wonosobo.

Kontributor / Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Sembilan Belas Siswa MIM Besani Lulus Munaqosyah 100%, Bersi... Selanjutnya Jelang Puncak Armuzna, Kemenag Wonosobo Matangkan Manasik Ha...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar