OPINI 1 menit baca

Sanad dan Otentisitas Keilmuan: Meniti Jejak Tradisi Pesantren dan Pemikiran Muhammadiyah

Rudi Pramono 07 Agustus 2026 7 views
Sanad dan Otentisitas Keilmuan: Meniti Jejak Tradisi Pesantren dan Pemikiran Muhammadiyah

Dalam lanskap intelektual Islam di Indonesia, perbedaan pendekatan antara tradisi pesantren dan Muhammadiyah bukanlah sebuah keretakan, melainkan manifestasi dari kekayaan metodologis dalam menjaga keberagaman pemahaman agama. Di satu sisi, pesantren memelihara sanad—rantai transmisi keilmuan yang bersambung dari murid, guru, ulama penyusun kitab, hingga Rasulullah SAW—sebagai fondasi otoritas dan penjaga kemurnian ajaran. Sanad di sini bukan sekadar legitimasi formal melalui ijazah, melainkan jaminan bahwa pemahaman terhadap teks-teks keagamaan tetap berada dalam jalinan tradisi (turats) yang disiplin dan teruji secara historis.

Di sisi lain, Muhammadiyah menghadirkan paradigma tajdid (pembaruan) dengan menekankan pentingnya returning to the primary sources-Al-Qur'an dan Sunnah-secara langsung melalui ijtihad kolektif. Melalui Majelis Tarjih, Muhammadiyah tidak menolak pentingnya guru atau sejarah intelektual, melainkan mengkritik kecenderungan taqlid yang dapat mengarahkan pada kejumudan berpikir. Bagi Muhammadiyah, ukuran keberterimaan suatu hukum tidak semata-mata bergantung pada keandalan rantai personal para penyampainya, melainkan pada keabsahan dan kekuatan dalil yang mendasarinya.

Pertemuan dua pendekatan ini mengajarkan bahwa menjaga otentisitas ajaran agama memerlukan ikhtiar yang ganda: kehati-hatian dalam memelihara mata rantai tradisi agar tidak kehilangan akar historisnya, sekaligus keberanian kritis untuk terus menguji dan merelevansikan pemahaman sesuai dengan korpus dalil primer. Baik tradisi pesantren maupun pemikiran Muhammadiyah sama-sama berupaya membentengi kemurnian Islam, menghidupkan dialektika keilmuan yang dinamis, serta memberikan kontribusi nyata bagi kedewasaan beragama di tengah masyarakat.

Sebelumnya K3M Muria Wonosobo Gelar Bimtek Kokurikuler untuk Perkuat Ka... Selanjutnya Perbandingan Konseptual dan Operasional antara Ijazah Sanad...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar