MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM – Dalam rangka evaluasi program kerja sekaligus penguatan roda organisasi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Unsur Pembantu Pimpinan (UPP). Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Kantor PDM Wonosobo pada Sabtu (13/6/2026).
Rakor ini menjadi momentum penting sebagai mekanisme organisasi untuk mengonsolidasikan potensi kekuatan dan mengukur sejauh mana amanat Musyawarah Daerah (Musyda) telah dilaksanakan.
Acara diawali dengan kultum yang disampaikan oleh Kyai Musbihhun. Mengutip Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 18, beliau mengingatkan seluruh fungsionaris bahwa berorganisasi di Muhammadiyah merupakan bentuk amal saleh yang berorientasi pada bekal di akhirat kelak, sehingga harus dijalankan dengan penuh ketakwaan dan perencanaan yang matang.
Transformasi Paradigm MPM : Berdampak dan Berbasis Data
Ketua PDM Wonosobo, Bambang Wen, dalam pengarahannya menekankan pentingnya maksimalisasi kinerja guna mendongkrak performa Muhammadiyah di ranah publik. Ia menggarisbawahi urgensi tata kelola organisasi yang Maju, Profesional, dan Modern (MPM).
Makna MPM didefinisikan sebagai Tajdid dalam Manajemen Organisasi yang melibatkan pergeseran paradigma nyata:
Dari Gerakan Amal menjadi Gerakan Berdampak (Impact-Driven).
Dari Struktur Normatif menjadi Organisasi Berkinerja Tinggi.
Dari Tradisional menjadi Adaptif & Berbasis Data.
"Perkembangan Muhammadiyah di tingkat Pusat dan Wilayah bergerak sangat pesat. Kita di tingkat Daerah, Cabang, hingga Ranting harus cepat menyesuaikan diri," tegas Bambang Wen.
Ia menambahkan bahwa kekuatan utama gerakan ini bertumpu pada Strategi 3J (Jamaah, Jam'iyah, dan Jariyah) serta penerapan Key Performance Indicator (KPI) yang terukur
Dalam implementasi MPM, PDM Wonosobo akan melakukan penataan Sarana Prasarana (Sarpras) kantor serta SDM. Tugas eksekutif harian nantinya akan dimandatkan kepada Manajer Eksekutif beserta tim profesional, sementara jajaran pleno PDM berperan penuh sebagai penjaga arah ideologi gerakan agar tetap selaras dengan khittah Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid.
Bambang juga mengapresiasi capaian media sosial Muhammadiyah (khususnya Instagram @pdmwonosobo) yang telah menembus 1,2 juta tayangan setiap bulan, serta mengimbau warga persyarikatan untuk terus memperbarui informasi melalui website resmi Muhammadiyah Wonosobo setiap pagi dan sore.
Evaluasi Kinerja dan Target Sektor Unggulan
Memasuki sesi rapat inti, Sekretaris PDM Wonosobo, Firman Cahyadi, melakukan evaluasi objektif mengenai kinerja UPP melalui parameter Laporan Kegiatan dan Serapan Anggaran. Ia Menyoroti masih minimnya serapan anggaran di sejumlah UPP, Firman menginstruksikan adanya peningkatan ritme kerja dan efektivitas program ke depan.
Secara khusus, Firman menyoroti Program SatuMu dan E-KTAM perlu percepatan karena tertinggal dengan PDPDM lain demikian pula sektor Pendidikan dan Kesehatan menjadi sorotan tajam:
Bidang Pendidikan : Sekolah Muhammadiyah ditargetkan harus "Unggul dan Untung". Didukung ekosistem teknologi, murid diharapkan bisa lebih pintar dari guru. Muncul pula wacana strategis peningkatan kualifikasi tenaga pendidik, yakni guru berpendidikan S2 dan Kepala Sekolah berkualifikasi S3. Target pengembangan ini sejalan dengan peta jalan persyarikatan untuk "Menggerakkan Cabang dan Mengembangkan Ranting"
Bidang Kesehatan: Mengapresiasi RS PKU Muhammadiyah Wonosobo yang terus berkembang pesat, rakor menyepakati perlunya akselerasi penambahan dukungan 6 klinik jejaring, lengkap dengan penataan status legalitas dokter serta perawatnya.
Catatan Strategis dari Sesi Tanya Jawab UPP dan Ortom
Rakor berjalan dinamis dengan adanya tanggapan, ide, serta laporan rencana aksi dari berbagai perwakilan Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom (Ortom):
Ketua MPKS (Yakino): Menekankan pentingnya penerjemahan sederhana dan konkret konsep Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) ke dalam setiap program kerja UPP maupun Ortom.
Tapak Suci (Taqiyudin): Mengusulkan program penguatan kapasitas ideologi, pengembangan kualitas SDM, serta perhatian pada aspek kesejahteraan Pegawai AUM
Majelis Ekonomi (Lukman): Berkomitmen mengupayakan kehadiran pemateri eksternal berkompeten untuk menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan.
MPKSDI (Trisno Sujati): Melaporkan kesiapan tindak lanjut pasca-Baitul Arqam (BA) serta pengelolaan Training Center. Diinformasikan pula hasil Rakor Wilayah mengenai penerapan sistem Baitul Arqam versi terbaru. PDM belum Baitul Arqam namun sudah Ideopolitor bermalam apakah itu sudah termasuk Baitul Arqam?
MLH (Asep): Mengumumkan rencana studi banding global terkait pengelolaan sampah mandiri yang akan dilaksanakan ke Pati pada 21 Juni mendatang.
Melalui koordinasi intensif ini, PDM Wonosobo terbuka terhadap semua ide dan usulan serta optimistis gerak dakwah amar ma'ruf nahi munkar di ranah lokal akan semakin terstruktur, modern, dan memberikan dampak kemaslahatan yang luas bagi masyarakat Wonosobo.
Kontributor / Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!