OPINI 2 menit baca

Mendalami Kosmopolitanisme Islam Berkemajuan dan Muhammadiyah 5.0

Rudi Pramono 14 Mei 2026 22 views
Mendalami Kosmopolitanisme Islam Berkemajuan dan Muhammadiyah 5.0

Oleh : Yulia Kurniawati
PD IPM Wonosobo

Membangun masa depan peradaban Islam di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari peran besar Muhammadiyah sebagai gerakan yang selalu selaras dengan kemajuan zaman. Saat ini, kita sedang memasuki babak baru yang dikenal sebagai era Muhammadiyah 5.0.

Visi ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah manifestasi dari Risalah Islam Berkemajuan yang telah lama menjadi napas organisasi ini. Konsep ini mengajarkan bahwa agama harus menjadi motor penggerak bagi kemajuan hidup.

Hamam mengatakan dalam gerakan ini adalah perkhidmatan Islam kosmopolitan, sebuah bentuk pengabdian yang luas dan tidak mengenal sekat. Pengabdian ini menyentuh lima dimensi utama kehidupan kita.

Dimensi pertama adalah keumatan, di mana kita memperkuat solidaritas dan martabat sesama Muslim. Kedua adalah dimensi kebangsaan, yang menuntut kita untuk mencintai dan membangun Indonesia dengan kerja nyata. Ketiga adalah dimensi kemanusiaan, di mana kepedulian kita harus melampaui batas agama dan ras. Keempat adalah dimensi global, yang menempatkan Muhammadiyah sebagai pemain aktif dalam menjaga perdamaian dan keadilan dunia. Terakhir adalah dimensi masa depan, sebuah komitmen untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi segala ketidakpastian zaman dengan iman dan ilmu yang kokoh.

Di era Muhammadiyah 5.0, Andar mengatakan bahwa IPM mampu bertransformasi menjadi laboratorium kreativitas bagi para pelajar.

Gerakan ini kini menitikberatkan pada penguatan literasi dan kemampuan berpikir kritis. Di dunia yang dibanjiri informasi dan potensi hoaks, pelajar Muhammadiyah dilatih untuk tidak menjadi konsumen informasi yang pasif, melainkan menjadi individu yang mampu memilah, menganalisis, dan mempertanyakan kebenaran secara logis sebelum bertindak.

Lebih jauh lagi, dakwah digital menjadi strategi baru  yang sangat krusial. sehingga pesan-pesan Islam Berkemajuan bisa menjangkau anak muda dengan cara yang lebih relevan.

Hamam menekankan bahwasanya pelajar Muhammadiyah perlu  menguasai teknologi. Mereka bukan hanya pengguna aplikasi, melainkan pencipta konten dan inovator yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan hingga data besar untuk kemaslahatan masyarakat luas.

Sinergi antara visi besar kosmopolitanisme dengan ketangkasan pelajar IPM dalam teknologi menciptakan harapan baru yaitu menjadi pemimpin tanpa kehilangan arah. Kita tidak lagi hanya bicara tentang masa lalu yang megah, tetapi sedang aktif merancang masa depan di mana teknologi dan spiritualitas berjalan beriringan.

Muhammadiyah 5.0 adalah perwujudan Risalah Islam Berkemajuan yang tidak lagi dibatasi oleh sekat geografis. Melalui perkhidmatan kosmopolitan, pengabdian kita meluas dari skala umat hingga global demi masa depan kemanusiaan.

Kunci keberhasilannya ada pada pelajar IPM. Dengan penguasaan teknologi dan dakwah digital yang didasari nalar kritis, pelajar bukan sekadar pengikut zaman, melainkan pemimpin masa depan yang memadukan kecanggihan digital dengan kedalaman spiritual.

Sebelumnya Kesederhanaan yang Memajukan Warisan Nilai dari Para Tokoh P...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar