KABAR 2 menit baca

Jangan Biarkan Muhammadiyah Kehilangan Ruh Perjuangan, Ini Pesan Penting PWM Jateng Dalam Rakor PDM/PDA Se-Kedu Raya di Wonosobo

Rudi Pramono 27 Oktober 2026 44 views

​MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Koordinator Wilayah Kedu, Drs.  H. Jumari M.Pd. mengingatkan agar pesatnya perkembangan lembaga dan amal usaha Muhammadiyah tidak membuat organisasi ini kehilangan ruh spiritual serta semangat dakwahnya.

Pesan tersebut ditekankan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) se-Kedu Raya yang digelar di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, Ahad (25/10/2026).

​Rakor yang dihadiri oleh jajaran pimpinan persyarikatan se-Kedu Raya ini mengusung refleksi mendalam berdasarkan perspektif QS. Al-Jumu'ah ayat 2, menyoroti pentingnya menyeimbangkan antara kemajuan kelembagaan organisasi dan pembinaan jiwa kepemimpinan.  

​'Enam Pesan Utama Kepemimpinan Persyarikatan

​Dalam arahannya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Koordinator Wilayah Kedu, KH. Drs. Jumari, menyampaikan enam pesan penting untuk membangkitkan potensi serta pencerahan umat:

1. Membangkitkan Potensi Organisasi: Pemimpin dituntut jeli melihat kekuatan yang belum disadari di setiap cabang, ranting, maupun amal usaha, serta keluar dari zona nyaman untuk mencari solusi atas berbagai tantangan.
 
2. Kepemimpinan yang Merakyat: Menjunjung tinggi sikap rendah hati tanpa kehilangan martabat, serta senantiasa dekat dengan umat dan jamaah.  

3. Membangun Tradisi Belajar (Yatlū ‘Alaihim Āyātih): Pimpinan Muhammadiyah harus terus menjadi pembelajar aktif, tidak berhenti menuntut ilmu, serta terbuka terhadap kritik dan nasihat.  

4. Menyucikan Jiwa (Wa Yuzakkīhim): Mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak sekadar berjalan secara administratif atau mekanis, melainkan ditopang oleh kekuatan spiritual, ibadah, dan keikhlasan yang kokoh.  

5. Memadukan Ilmu dan Hikmah: Menyeimbangkan pendekatan normatif (bayani), rasional/ilmiah (burhani), dan penghayatan batin/spiritual (irfani) dalam mengambil setiap kebijakan.  

6. Pantang Menyerah dari Keterbatasan: Keterbatasan awal bukanlah halangan untuk maju, melainkan titik awal kebangkitan dakwah yang istiqamah sebagaimana sejarah awal lahirnya Muhammadiyah.
 
​'Pemetaan Kinerja dan Konsolidasi Organisasi Wilayah Kedu

​Selain penguatan ruhani kepemimpinan, dalam rakor ini juga dipaparkan evaluasi kinerja organisasi (KPI) PDM se-Wilayah Kedu yang berada di kisaran rasio 50:50 antara kategori hijau dan kuning.

Kabupaten Kebumen disebut sebagai salah satu daerah dengan kategori hijau, sementara Magelang dan Purworejo menjadi fokus pendampingan untuk peningkatan kinerja organisasi.  

​'Agenda strategis lain yang turut dibahas meliputi:

Persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu: Proses penjaringan calon pimpinan dijadwalkan mulai berlangsung pada November 2026 mendatang.

Forum juga merekam aspirasi kader se-Jawa Tengah terkait figur potensial, sekaligus menegaskan kembali tradisi musyawarah mufakat khas Muhammadiyah dalam menentukan kepemimpinan.  

​Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) & Milad: Agenda konsolidasi wilayah ini direncanakan berlangsung pada 21–22 November 2026 di Purwokerto, berbarengan dengan rangkaian resepsi Milad Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). 

​Melalui Rakor ini, pimpinan dan warga persyarikatan diharapkan terus menjaga komitmen agar Muhammadiyah tidak hanya besar secara fisik dan kelembagaan, tetapi juga hidup ruh perjuangannya dalam mencerahkan semesta.

Kontributor : Monte
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Enam Pesan Kepemimpinan, Pencerahan, dan Kebangkitan Potensi... Selanjutnya Musyda XXII PD IPM Wonosobo Resmi Dibuka, Lahirkan Nahkoda B...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar