OPINI 2 menit baca

Islam Kosmopolitan dalam Timbangan Aqidah: Menjaga Keterbukaan tanpa Kehilangan Keyakinan

Rudi Pramono 15 Mei 2026 21 views
Islam Kosmopolitan dalam Timbangan Aqidah: Menjaga Keterbukaan tanpa Kehilangan Keyakinan

Oleh : Rudyspramz, MPI

Muhammadiyah melalui sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), khususnya di kawasan Indonesia Timur, telah menunjukkan wajah Islam yang ramah, terbuka, dan berkemajuan. Tidak sedikit sekolah dan kampus Muhammadiyah yang justru mayoritas peserta didik maupun mahasiswanya berasal dari kalangan non muslim. Fenomena ini bukan sekadar realitas pendidikan, tetapi cerminan nyata gagasan Islam Kosmopolitan — Islam yang hadir melampaui sekat identitas, membawa nilai kemanusiaan, ilmu pengetahuan, pelayanan sosial, dan peradaban.

Di tengah situasi dunia yang sering dipenuhi konflik identitas dan prasangka antaragama, Muhammadiyah memperlihatkan bahwa Islam dapat menjadi rumah besar bagi kemajuan bersama. Amal usaha Muhammadiyah diterima bukan karena simbolnya semata, tetapi karena kejujuran pelayanan, kualitas pendidikan, dan nilai kemanusiaannya.

Namun di balik keberhasilan itu, tetap ada ruang refleksi yang penting untuk dijaga bersama.

Semua sekolah Muhammadiyah dan PTM memberikan hak kepada siswa maupun mahasiswa non muslim untuk memperoleh pelajaran agama sesuai keyakinannya, diajar oleh guru dan dosen yang seagama. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap kebebasan beragama sekaligus implementasi nilai keadilan dalam pendidikan.

Akan tetapi, di sisi lain mereka juga diwajibkan mengikuti mata pelajaran atau kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Di sinilah muncul pertanyaan penting: bagaimana konsep AIK bagi non muslim dirumuskan secara tepat?

Tentu orientasinya bukan untuk mencampuradukkan aqidah atau melemahkan keyakinan agama masing-masing. AIK juga tidak boleh kehilangan ruhnya sebagai bagian dari identitas gerakan Muhammadiyah. Sebab toleransi yang sehat tidak dibangun dengan mengaburkan keyakinan, tetapi dengan menghadirkan penghormatan tanpa harus kehilangan prinsip.

Karena itu, formulasi AIK bagi peserta didik non muslim tampaknya lebih tepat diarahkan pada pendekatan kultural, sosial-kemanusiaan, etik, dan kebangsaan. Mereka diperkenalkan pada Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu, dakwah pencerahan, pelayanan kesehatan, pendidikan, filantropi, serta komitmen kebangsaan. Bukan dalam kerangka indoktrinasi ideologis yang menyentuh wilayah aqidah personal.

AIK dapat menjadi ruang dialog peradaban: mengenalkan etos Islam Berkemajuan seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, kepedulian sosial, anti korupsi, cinta ilmu, dan semangat memajukan kemanusiaan. Nilai-nilai universal inilah yang justru membuat Muhammadiyah diterima luas, termasuk oleh masyarakat non muslim.

Di titik ini diperlukan ketegasan sekaligus kebijaksanaan.

Yang perlu dihindari adalah ketika AIK justru bergeser menjadi narasi pluralisme dan moderasi beragama yang kebablasan toleransi yang kehilangan batas, hingga mengaburkan identitas dan keyakinan. Sebab jika semua dianggap sama tanpa pijakan aqidah yang jelas, maka yang lahir bukan kosmopolitanisme Islam Berkemajuan, melainkan relativisme yang melemahkan keyakinan.

Islam Kosmopolitan bukan berarti mencairkan aqidah, tetapi menghadirkan Islam yang percaya diri dalam pergaulan global. Terbuka tanpa larut, menghormati tanpa kehilangan jati diri, serta mampu hidup bersama tanpa harus menyeragamkan keyakinan.

Muhammadiyah sejak awal sejatinya telah meletakkan fondasi itu:
berkemajuan dalam pemikiran, luas dalam pergaulan, tetapi tetap kokoh dalam tauhid.

Karena itu, tantangan ke depan bukan sekadar membuka ruang inklusivitas, melainkan juga menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan keteguhan prinsip. Sebab peradaban besar hanya dapat dibangun oleh mereka yang mampu berdialog dengan dunia tanpa kehilangan arah kiblatnya.

Sebelumnya Mendalami Kosmopolitanisme Islam Berkemajuan dan Muhammadiya... Selanjutnya Bupati Wonosobo Lepas 231 Calon Jamaah Haji Kloter 21: Pesan...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar