KABAR 1 menit baca

Haji Tanpa ke Makkah : Ketika Niat Mengantarkan Bunda Hajah Titik Sunarjati Menuju Ridha Allah

Rudi Pramono 18 Mei 2026 132 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Tujuh hari menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, keputusan berat itu datang. Bunda Hajah Titik dinyatakan tidak istitha’ah untuk berhaji karena kondisi kesehatan yang mengharuskan beliau menjalani cuci darah di PKU.

Namun jauh sebelum keputusan itu ditetapkan, hati beliau telah lebih dahulu sampai pada keikhlasan. Dengan penuh keteguhan, Bunda Hajah Titik telah menyampaikan keridhaannya jika takdir Allah menghendaki beliau belum dapat berangkat tahun ini.

Keikhlasan itu kemudian menjadi kekuatan bagi keluarga. Sang suami, Bapak Joko, tetap berangkat menunaikan ibadah haji seorang diri, membawa serta doa dan harapan yang tak terpisahkan dari sosok pendamping hidupnya.

Sebagai manusia biasa, kabar batalnya keberangkatan beliau menghadirkan kesedihan. Lebih dalam lagi, duka itu terasa ketika kabar wafatnya Bunda Hajah Titik datang tepat pada hari keberangkatan jamaah haji.

Di titik ini, hati mudah goyah. Perasaan kemanusiaan berbisik lirih, mempertanyakan takdir dengan nada pilu. Namun iman segera mengingatkan bahwa Allah menilai niat dan kesungguhan, bukan semata langkah dan perjalanan.

Bukankah Rasulullah mengajarkan bahwa setiap amal tergantung pada niatnya?

Maka boleh jadi, Bunda Hajah Titik telah lebih dahulu sampai sampai pada tujuan yang hakiki.

Haji “tanpa” ke Makkah.

Sebuah haji yang bebas dari lelahnya perjalanan, tanpa panasnya terik, tanpa panjangnya antrean, tanpa desak-desakan thawaf dan sa’i. Sebuah perjalanan yang juga terjaga dari keluh kesah, amarah, ujub, riya, dan sum’ah.

Semoga apa yang telah beliau niatkan dicatat sebagai amal yang sempurna di sisi Allah SWT.

Dan bagi para jamaah yang kini diberi kesempatan menapakkan kaki di Tanah Suci, semoga mampu meraih makna haji yang sejati, haji yang bersih dari amarah, jauh dari keluhan, serta terjaga dari ujub, riya, dan sum’ah.

Karena pada akhirnya, bukan sekadar sampai di Makkah yang menjadi tujuan,
melainkan sampai pada ridha Allah SWT.

 

Kontributor : Eva dan Emmi

Editor : Rudyspramz. 

 

Sebelumnya Di Tanah Suci, Bakti dan Kepedulian Menjadi Bahasa Cinta : K...
Komentar

In Syaa Allah beliau hajah tanpa ke Mekah Madininah. Dan beliau sudah pulang dengan sangat nyaman di surga terindah. Aamiin.

Tinggalkan Komentar