KABAR 2 menit baca

Api Karhutla Gunung Sumbing Meluas ke Sisi Barat Daya, Tim Gabungan Evakuasi 152 Pendaki

Rudi Pramono 22 Oktober 2026 54 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM​ — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Sumbing sejak Senin (19/10/2026) sore.

Kebakaran yang awalnya terdeteksi di petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara, kini dilaporkan meluas ke arah barat daya serta mengarah ke sisi timur dan utara. 

​Berdasarkan laporan awal yang diterima dari porter pendakian via Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, titik api pertama kali terlihat pada Senin pukul 15.00 WIB pada ketinggian 2.500 hingga 2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl).  

​152 Pendaki Berhasil Dievakuasi

​Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari petugas Basecamp dan Basarnas bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap para pendaki. Sebanyak 152 pendaki yang terdata sesuai registrasi berhasil dievakuasi dengan selamat dari area Gunung Sumbing.

Upaya pemadaman awal secara manual juga telah dilakukan oleh tim gabungan hingga malam hari pukul 21.00 WIB.  

​Perkembangan Pemadaman dan Kendala Lapangan

Pada operasi hari kedua, Selasa (20/10/2026), sekitar 250 personel tim gabungan dikerahkan dan dibagi menjadi 5 regu operasi, termasuk 12 personel dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wonosobo.

*rb


- Narkodhi
- hanafi
- Gigih 
- Fafa 
- catur
- Afif 
- Tri 
- panji
- fadhil
- Khansa 
- Irna 
- suci
- nurul
- rendi
- titi

Tim diberangkatkan menuju area Pos 2 dan Pos 3 via jalur Gajah Mungkur.  
​Meski titik api di petak 29 berhasil dipadamkan, api di sisi barat daya terus meluas mengarah ke jalur pendakian via Desa Bowongso dan jalur Stikpala Desa Butuh. 

Hingga Rabu (21/10/2026), dilaporkan api masih terus berkobar dan titik api bergeser ke arah timur serta utara hingga memasuki wilayah Temanggung dan Magelang.  

​Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala berat di lapangan, di antaranya:
​Cuaca terik dan panas. Hembusan angin yang cukup kencang. Medan yang terjal serta hamparan ilalang kering yang mudah terbakar. ​Jarak pandang yang terbatas akibat paparan asap pekat.  

Pemindahan Posko Utama

​Mengingat pergerakan api yang meluas menuju jalur pendakian Stikpala, Posko Lapangan Penanganan Kebakaran Gunung Sumbing resmi dipindahkan ke Basecamp Stikpala, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.  

Tim gabungan beserta relawan terus melanjutkan pemantauan dan penyisiran titik api guna meminimalkan penyebaran karhutla lebih lanjut.  

Kontributor : Suparno
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Pandangan Muhammadiyah Terhadap Mazhab
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar