KABAR 2 menit baca

Tak Mau Manja, Jemaah Haji Wonosobo Siasati Katering Makkah dengan "Diplomasi Sayur Bening"

Rudi Pramono 10 Juni 2026 18 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM
​- MAKKAH – Selera lidah memang tidak bisa berbohong, namun kemandirian mengalahkan segala keterbatasan. Di tengah pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, jemaah asal Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menunjukkan teladan berkemajuan dengan tidak pasrah pada keadaan.

Demi mempertahankan stamina dan performa ibadah di Arab Saudi, mereka berinisiatif menyiasati hidangan katering dengan berbelanja serta memasak sayuran hijau sendiri di dalam maktab.
 
​Sebenarnya, komitmen pelayanan dari pihak Syarikat Rakat tahun ini patut diapresiasi karena telah merancang menu yang seakrab mungkin dengan lidah nusantara, seperti mi goreng, telur rebus, hingga ayam suwir. 

Namun, bagi jemaah asal daerah pegunungan Wonosobo yang terbiasa dengan pasokan sayur segar berlimpah, minimnya porsi sayur hijau yang kerap diganti olahan jamur atau irisan mentimun menjadi tantangan tersendiri bagi metabolisme tubuh mereka.  

'​Inisiatif Mandiri Berburu Sayuran Hijau

Daripada menghabiskan energi untuk mengeluh atau protes kepada petugas maktab, jemaah Wonosobo memilih jalan keluar yang solutif. Mereka bergerak mandiri berburu sayur-mayur segar seperti bayam, kangkung, hingga pakcoy di pasar-pasar tradisional terdekat di Makkah.
 
​Menggunakan piranti praktis seperti panci listrik portabel di kamar, para jemaah bergotong-royong mengolah sayur bening bayam segar lengkap dengan taburan bawang goreng. Guna melengkapi gizi harian, hidangan lokal Makkah ini berpadu serasi dengan bekal kering legendaris bawaan tanah air, mulai dari ikan asin, ikan bilih balado khas Danau Singkarak, hingga sambal titipan keluarga, seperti dilaporkan melalui voice note Pembimbing Haji drg. Emi Murniyanti Sp.Ort

Langkah kreatif ini terbukti ampuh mendongkrak kembali nafsu makan jemaah yang sempat drop akibat kelelahan fisik dan cuaca ekstrem. 

Kesehatan Prima, Simbol Ibadah Berkemajuan

Paradigma jemaah berkemajuan memandang bahwa menjaga kesehatan fisik adalah bagian integral dari kesempurnaan ibadah.

Pemenuhan gizi yang baik lewat sayuran hijau ini menjadi jangkar imunitas penting agar jemaah tidak tumbang di tengah padatnya fase ibadah haji.
 
​Ikhtiar memasak sayur bening mandiri ini bukan sekadar urusan memanjakan perut, melainkan strategi menjaga modalitas fisik. Dengan asupan nutrisi yang prima, pasokan energi jemaah haji Wonosobo tetap melimpah. 

Walhasil, seluruh rangkaian rukun dan wajib haji di Tanah Suci dapat ditunaikan dengan jauh lebih khusyuk, bertenaga, hingga nantinya kembali  dengan predikat haji mabrur yang menginspirasi umat.  

Kontributor : Emi    

Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Sisi Lain Pasca-Haji: Cara Hangat Jemaah KBIHU Gema Arafah E... Selanjutnya Jamah KBIHU Gema Arafah Galang Wakaf Al-Qur'an di Tanah Suci...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar