MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - YOGYAKARTA – Dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi para tamu Allah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Yogyakarta resmi menerapkan sistem One Stop Service (OSS) bagi jemaah haji tahun keberangkatan 1447 H / 2026 M.
Sistem ini dirancang untuk memangkas alur birokrasi yang sebelumnya memakan waktu lama, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengikuti serangkaian acara seremonial yang melelahkan setibanya di embarkasi.
Layanan Terpadu dalam Satu Atap
Melalui sistem OSS, jemaah haji akan langsung diarahkan menuju aula untuk menyelesaikan seluruh keperluan administrasi dan kesehatan di satu lokasi.
Beberapa layanan utama yang didapatkan jemaah meliputi :
Pemeriksaan Kesehatan Akhir : Memastikan kondisi jemaah dalam keadaan fit sebelum keberangkatan.
Pembagian Kartu Nusuk: Sebagai syarat wajib akses beribadah di tanah suci.
Penyerahan Gelang Identitas & Paspor : Penguatan keamanan dan identitas jemaah.
Oss
Pengambilan paspor
Pemberian living cost 750 real
Penyematan gelang tanda pengenal
Pemberian Kunci Kamar : Jemaah bisa segera beristirahat tanpa harus mengantre lama.
Fokus pada Kenyamanan Jemaah
Penerapan sistem ini mendapat sambutan positif karena dinilai lebih manusiawi, terutama bagi jemaah lansia. "Tahun ini sistemnya sudah sangat baik. Tidak ada lagi seremonial yang panjang. Semua langsung pada intinya, sehingga jemaah tidak mengalami kelelahan yang tidak perlu sebelum terbang ke tanah suci," ujar salah satu petugas di lokasi.
Jamaah KBIHU Gema Arofah Wonosobo dan daerah lainnya di wilayah Yogyakarta tampak antusias dan tertib mengikuti alur OSS. Raut wajah ceria dan penuh tawa terpancar dari para jemaah yang sedang menunggu giliran layanan, menunjukkan suasana yang kondusif dan nyaman.
Komitmen Pelayanan Prima
Pemerintah berharap dengan adanya inovasi OSS ini, kualitas pelayanan haji terus meningkat setiap tahunnya. Efisiensi waktu di embarkasi diharapkan dapat menjaga stamina jemaah agar tetap prima saat melaksanakan rangkaian ibadah wajib di Mekah dan Madinah nantinya.
Dengan waktu tunggu yang lebih singkat, diharapkan risiko kelelahan ekstrem dapat ditekan, sehingga jemaah dapat lebih fokus pada persiapan spiritual menuju baitullah.
'Kontributor : Emmi
Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!