KABAR 2 menit baca

Selamat Jalan Abah Sholeh Yahya: Sang Pejuang Dakwah yang Ikhlas, Jujur, dan Tegas

Rudi Pramono 21 Mei 2026 331 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Suasana duka menyelimuti warga Muhamamdiyah dan masyarakat Wonosobo. Salah satu putra terbaiknya, Ir. H. Sholeh Yahya, Ketua PDM Wonosobo Periode : 2005-2015 berpulang ke rahmatullah pada hari ini, Kamis (21/5/2026) pukul 01.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.

Kepergian tokoh yang dikenal bersahaja namun tegas ini menyisakan kesedihan mendalam sekaligus refleksi berharga bagi umat dan masyarakat luas.
​Upacara pelepasan jenazah yang digelar di Masjid Agung Jami' Wonosobo dihadiri oleh ratusan pelayat dari berbagai kalangan. Suasana khidmat dan haru mengiringi doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhum, menandakan betapa besarnya cinta masyarakat terhadap sosok yang akrab disapa Abah ini.

Doa Akhir Hayat yang Dikabulkan

Perwakilan keluarga almarhum, H. Syarif Ba’asyir, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas simpati dan doa dari seluruh lapisan masyarakat. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang jujur, terus terang, dan memiliki konsistensi tinggi antara perkataan dan perbuatan.

​Syarif juga mengungkapkan sebuah refleksi mendalam mengenai doa yang selalu dipanjatkan oleh almarhum semasa hidupnya: "Jangan matikan aku kecuali dalam ridha-Mu. Ya Arhamar Rahimin, wahai Dzat yang Maha Penyayang, cintailah kami dan kaum muslimin."

​"Beliau adalah sosok yang apa adanya. Jika dalam interaksi sehari-hari ada sikap terus terang beliau yang sempat menyinggung hati, kami atas nama keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya. Hidup beliau sepenuhnya didedikasikan untuk Muhammadiyah dan kecintaannya yang luar biasa kepada kaum muslimin," ungkap Syarif.

​Mewarisi Keikhlasan dan Kedermawanan

Wk. ​Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Muh Abduh Hisyam memberikan kesaksian emosional mengenai interaksinya bersama almarhum. Bagi Muhammadiyah, Ir. Sholeh Yahya adalah simbol hidup dari gerakan dakwah dan perjuangan Islam.

"Beliau mengajarkan kita arti keikhlasan seorang anak muda yang bertahan hingga usia senja. Tugas kita sekarang adalah mewarisi dakwah, keikhlasan, dan kedermawanan yang telah beliau contohkan. Semoga Allah menempatkan beliau di jannah terbaik-Nya," tuturnya

​Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat yang hadir langsung dalam upacara pelepasan menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh masyarakat Wonosobo merasa sangat kehilangan. Dalam pandangan Bupati, almarhum adalah maestro dakwah bil-hikmah wa jidilhum billati hiya ahsan—dakwah dengan bijaksana dan teladan yang baik.

​Keberadaan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo yang megah saat ini, disebut Bupati, tidak bisa dilepaskan dari peran besar dan tangan dingin Ir. Sholeh Yahya. Beliau adalah tokoh yang selalu hadir di tengah-tengah umat, bahkan mimbar-mimbar khotbah Jumatnya selalu dinanti karena mampu mengalirkan inspirasi segar.

​"Hari ini kita berpisah secara fisik dengan beliau. Namun, ide, gagasan, dan amal jariyah beliau akan terus dinikmati oleh masyarakat. Umur biologis beliau mungkin telah usai, tetapi 'umur' kebaikan beliau akan sangat panjang karena manfaatnya terus mengalir. Selamat jalan Abah Kyai Haji Sholeh Yahya, semoga husnul khotimah," pungkas

​Kepergian Ir. H. Sholeh Yahya adalah pengingat bagi mereka yang ditinggalkan: bahwa dedikasi yang tulus untuk umat tidak akan pernah sia-sia, dan ia akan menjelma menjadi obor yang terus menyala meski sang pembawa obor telah tiada.

Acara diakhiri dengan Doa yang dibacakan oleh  KH Musbichun Munawar dan KH Arif Romadhon Imam Besar Masjid Agung Jami' Wonosobo dalam suasana haru dan dilanjutkan ke Pemakaman Keluarga di Karanggondang Wonosobo. 

Kontributor / Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Tangkap Peluang Perdes Ritel Lokal, PCM Sumberejo Belajar Ri...
Komentar

Alfatehah buat Abah ...

Tinggalkan Komentar