KABAR 2 menit baca

Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh Panti Asuhan, Forum LKSA-PSAA Jawa Tengah Gelar Silaturahmi dan Upgrading

Rudi Pramono 28 April 2026 24 views

MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM - PURWOKERTO, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak–Panti Sosial Asuhan Anak (LKSA-PSAA) Jawa Tengah menggelar kegiatan Silaturahmi dan Upgrading dalam rangka penguatan kapasitas pengurus dan pengasuh panti asuhan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Moro Seneng pada Sabtu (26/4/2026) dan diikuti oleh 136 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, lintas organisasi dan lintas agama.

Dari Kabupaten Wonosobo, hadir perwakilan pengurus dan pengasuh LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Wonosobo, yakni Purdianto, M.M., Rudi Pramono, S.E., serta Ustazah Umu Karima. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan sosial bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pengasuhan.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Forum LKSA-PSAA Jawa Tengah, Husni Arbain, menyampaikan bahwa setelah pengukuhan pengurus, forum telah melaksanakan rapat kerja baik secara daring maupun luring di Surakarta. Ia menegaskan bahwa kegiatan upgrading ini menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan dan inspirasi, termasuk dari praktik terbaik yang disampaikan oleh Panti Asuhan Riyaadlul Jannah Semarang yang dinobatkan sebagai salah satu panti terbaik di Jawa Tengah dan peringkat lima nasional. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan materi dari pakar Pekerjaan Sosial Klinis sekaligus Sekretaris Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang.

Sementara itu, Bupati Banyumas yang diwakili oleh staf ahli Arif menyampaikan bahwa tantangan perlindungan anak saat ini semakin kompleks. Isu eksploitasi, kekerasan, persoalan ekonomi dan sosial, hingga dampak perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh para pengelola panti asuhan.

“Bapak dan Ibu berada di garis depan upaya perlindungan anak. Oleh karena itu, aspek kompetensi dan profesionalisme menjadi sangat penting dalam menangani berbagai persoalan sosial anak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan terkait perkembangan dan perlindungan hak-hak anak, serta mendorong kolaborasi lintas sektor. “Kita tidak hanya berbicara tentang anak hari ini, tetapi tentang generasi harapan masa depan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah yang diwakili oleh Yuliati Setyorini menjelaskan bahwa pekerjaan sosial memiliki pendekatan ilmiah yang sistematis. Mulai dari asesmen untuk memahami permasalahan, analisis latar belakang, identifikasi potensi, hingga diagnosis psikologis dan sosial anak.

Ia mengungkapkan bahwa di Jawa Tengah masih terdapat ribuan anak terlantar, anak jalanan, serta korban kekerasan yang membutuhkan perhatian serius. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dari para pekerja sosial untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, termasuk kelompok rentan seperti lansia.

“Panti asuhan tidak hanya menjadi tempat penampungan, tetapi juga pusat pembentukan karakter. Tingkatkan kualitas layanan dengan regulasi yang jelas, pendampingan yang berkelanjutan, program yang terarah, serta menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menyatukan langkah dalam menghadirkan layanan sosial yang lebih profesional, humanis, dan berkelanjutan bagi anak-anak di Jawa Tengah.

Setelah  pembukaan dilanjutkan dengan rangkaian materi upgrading, diskusi, ice breaking serta sharing antara pengelola panti asuhan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan kesejahteraan sosial anak.

Kontributor : Rudyspramz

Sebelumnya Apel Pagi SMK Mutu Wonosobo : Tadarus, Disiplin, Sosialisasi...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar