KABAR 3 menit baca

Milad Ke-109 'Aisyiyah Wonosobo : Kokohkan Dakwah Kemanusiaan Melalui Aksi Nyata dan Pemberdayaan Perempuan

Rudi Pramono 21 Juni 2026 145 views

MUHAMMADIYAH​WONOSOBO.COM-Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Wonosobo menggelar puncak Resepsi Milad ke-109 'Aisyiyah bertempat di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo pada Ahad (21/6/2026). Mengusung tema besar "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian

Hadir Bupati Wonosobo yang diwakili Kepala PUPR yang juga kader Muhammadiyah, Nurudin Ardianto serta Ibu Bupati dan Ibu Wakil Bupati Wonosobo

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh ratusan kader 'Aisyiyah dari berbagai Ranting dan Cabang se-Kabupaten Wonosobo yang memadati area aula dengan mengenakan seragam hijau-kuning khas organisasi dan dimeriahkan dengan Pentas Seni dan Bazar 

Perluasan Program Amal Usaha 'Aisyiyah Wonosobo

​Dalam laporan dan sambutannya, Ketua PDA Wonosobo, Dra. Herawati Aliyah, menyampaikan sejumlah program strategis yang tengah digencarkan oleh organisasi. Fokus utama 'Aisyiyah ke depan meliputi pengadaan lahan untuk pengembangan TK ABA,  Panti Asuhan, Sekolah Luar Biasa (SLB), serta pendirian Klinik Pratama lengkap dengan layanan Hemodialisa (HD). Selain itu, PDA Wonosobo juga mengelola 7 Day Care Lansia (Tempat Penitipan Lansia) 'Aisyiyah serta puluhan Bustanul Athfal (BA) dan Kelompok Bermain (KB).

​Momentum puncak resepsi ini juga diisi dengan agenda organisasi penting lainnya, salah satunya pengukuhan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Watumalang periode masa bakti 2022-2027.

Guna menyemarakkan syiar Milad, panitia turut menggelar aneka kompetisi mulai dari Lomba Mubalighot/Pidato, Lomba Master of Ceremony (MC), Lomba Tilawah, Lomba Daur Ulang Sampah, hingga Lomba PAUD Unggulan.

PDM Wonosobo Hadiahkan Satu Unit Mobil Innova

​Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo, Bambang Wen, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keteguhan gerakan 'Aisyiyah sebagai pelopor organisasi perempuan pertama di Indonesia. Menurutnya, selama 109 tahun, 'Aisyiyah laksana akar kokoh yang menopang pohon besar bernama Muhammadiyah dalam menghadapi hantaman berbagai musim.

​"Aisyiyah bergerak dalam senyap namun bergema di mana-mana. Hadir di pelosok negeri merawat anak bangsa melalui ruang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Gerakan ini bukan sekadar program organisasi, melainkan investasi amal jariyah yang dinikmati lintas generasi," ungkap Bambang Wen.

​Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap mobilitas dakwah, PDM Wonosobo meluncurkan persembahan berupa satu unit mobil operasional Toyota Innova yang diserahkan secara simbolis kepada Ketua PDA Wonosobo.

Sinergi Strategis Bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo

​Bupati Wonosobo yang diwakili oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Nurudin Ardiyanto, menyatakan bahwa 'Aisyiyah merupakan mitra strategis utama pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia.

Tantangan zaman saat ini seperti kemiskinan, stunting, penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, hingga kesadaran lingkungan memerlukan keterlibatan aktif kaum perempuan yang berilmu.

​"Pembangunan tidak hanya soal fisik, melainkan juga manusianya. Ibu yang berilmu akan menjadi tiang peradaban dan cahaya bagi masyarakat.

Kami berharap Milad ke-109 ini menjadi titik tolak kolaborasi dakwah kemanusiaan demi mewujudkan Wonosobo yang maju, sejahtera, dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.

Rekam Jejak Sejarah dan Spirit Pembaharuan

​Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Dr. Eni Winaryati, M.Pd., mengingatkan kembali bahwa embrio organisasi ini telah dirintis oleh K.H. Ahmad Dahlan sejak 1912 di mushola kecil tempat anak-anak didik perempuan berkumpul, hingga resmi berdiri pada tahun 1917. Spirit dakwah kemanusiaan yang berakar dari pemikiran maju menjadi landasan gerakan amal shalih tanpa membedakan gender.

​Senada dengan hal itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah, Dr. Siti Aisyah, M.Ag., menegaskan bahwa gagasan pembaharuan Islam dari para tokoh seperti Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha diwujudkan di Indonesia melalui action nyata berbasis Al-Qur'an diantara Surah Ali Imran Ayat 104 dan Qs An-Nahl 97 dan Qs. An-Nisa 134

​"Aisyiyah yang telah berdiri sejak tahun 1926 senantiasa memadukan nilai Islam dan kemajuan melalui pendekatan Bayani, Burhani, dan Irfani." ujarnya

Dengan status otonom khusus, 'Aisyiyah kini mandiri bisa mengelola lembaga dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi serta rumah sakit," jelas Siti Aisyah. Beliau juga menyoroti kiprah berkepanjangan Majalah Suara 'Aisyiyah sebagai salah satu media perempuan tertua yang masih aktif di dunia, serta peluncuran Risalah Perempuan Berkemajuan dengan 10 komitmen utamanya.

Kontributor / Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Percepatan Program Digitalisasi Organisasi PCM Wonosobo Gela...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar