KABAR 2 menit baca

Menggemakan Pesan KH. Ahmad Dahlan, PDM Wonosobo Siap Semarakkan Milad ke-117 Muhammadiyah

Rudi Pramono 25 Mei 2026 115 views

Menjelang momentum bersejarah peringatan Milad ke-117 Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo mengajak seluruh warga persyarikatan untuk merefleksikan kembali khitah perjuangan organisasi. Mengusung tema besar "Memajukan Kesejahteraan Bangsa, Mencerahkan Semesta", peringatan tahun ini menjadi pijakan penting dalam menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.

​Perjalanan panjang sejak 8 Dzulhijjah 1330 H hingga 8 Dzulhijjah 1447 H bukan sekadar deretan angka, melainkan bukti konsistensi Muhammadiyah dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

​Menghidupkan Kembali Pesan KH. Ahmad Dahlan
​Dalam gerak langkahnya, PDM Wonosobo menekankan pentingnya amanat dari pendiri persyarikatan, KH. Ahmad Dahlan. Pesan historis beliau kembali digaungkan sebagai pembakar semangat generasi muda dan para kader:

​"Muhammadiyah sekarang ini, lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka, teruslah kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah mester, insinyur dan lain-lainnya dan kembalilah kepada Muhammadiyah."

​Pesan ini dinilai sangat relevan dengan paradigma berkemajuan saat ini. Kader-kader Muhammadiyah dituntut untuk menguasai berbagai lini strategis profesi dan keilmuan, namun pada akhirnya mendedikasikan keahlian tersebut untuk membesarkan umat melalui persyarikatan.
​Komitmen PDM Wonosobo

​Ketua PDM Wonosobo menyampaikan bahwa refleksi Milad ke-117 ini harus mewujud dalam aksi nyata di lapangan. Dari pusat-pusat pendidikan hingga pelayanan sosial di Wonosobo, semangat pembaruan dan modernisasi pengelolaan organisasi harus terus berjalan beriringan dengan nilai-nilai kejujuran dan purifikasi dakwah.

​Melalui momentum milad ini, PDM Wonosobo berkomitmen untuk terus melahirkan inovasi gerakan yang adaptif terhadap era digital, tanpa kehilangan akar ideologis yang telah diletakkan oleh para pendahulu.

Kesedihan atas hilangnya tokoh-tokoh penggerak di masa lalu harus dikonversi menjadi energi baru untuk melanjutkan estafet perjuangan demi kemaslahatan semesta.

Ikuti Informasi melalui media kami :

WEBSITE

https://muhammadiyahwonosobo.com

INSTAGRAM

https://www.instagram.com/muhammadiyahwonosobo?utm_source=qr&igsh=MXMxaHZ5bThpMGk4Zw==

TIKTOK

https://www.tiktok.com/@muhammadiyahwonos?_r=1&_t=ZS-95EJrYR1l93

FACEBOOK

https://www.facebook.com/share/p/1CRP2HRP3H/

TWEETER (X)

https://x.com/MuhammadiyahWsb


YOUTOBE (baru)

https://youtube.com/@muhammadiyahwonosobo-v4l?si=SAg2w3nzmbQGcxJQ

YOUTOBE (lama)

https://youtube.com/@muhammadiyahwonosobo?si=GSnFklVgKITTkvXT

Sebelumnya Semarak Milad ke-109, ‘Aisyiyah Wonosobo Gelar Apel dan Bera... Selanjutnya Manifestasi Akhlak Mulia: "Kreatif, Inovatif, dan Tidak Mutu...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar