OPINI 2 menit baca

Menakar Degradasi Moral Pelajar di Era Digital: Tantangan dan Relevansi Pendidikan Agama Islam

Rudi Pramono 01 Juli 2026 30 views
Menakar Degradasi Moral Pelajar di Era Digital: Tantangan dan Relevansi Pendidikan Agama Islam

Oleh : Yulia, PD IPM Wonosobo

Di tengah percepatan arus informasi dan digitalisasi, dunia pendidikan kita sedang menghadapi tantangan serius yang mengancam sendi-sendi karakter bangsa yaitu degradasi moral dikalangan pelajar. Fenomena seperti perundungan (bullying). Ketidaksantunan dalam berkomunikasi, hingga maraknya perilaku menyimpang diruang digital, menjadi alarm bahwa fondasi karatkter pelajar saat ini sedang goyah.

Dalam islam, pendidikan karakter bukanlah sekedar pelengkap, melainkan tujuan utama dari riset kenabian. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Malik, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kesalehan akhlak.“ Ini menegaskan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya diukur dari angka diatas kertas, tetapi sejauh mana ia mampu mengaktualisasikan akhlak mulianya dalam perilaku sehari-hari.

Lebih jauh lagi, dalam QS. Al-Ahzab: 70-71

 يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوۡلُوۡا قَوۡلًا سَدِيۡدًا ۙ‏ ٧٠  يُّصۡلِحۡ لَـكُمۡ اَعۡمَالَـكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡؕ وَمَنۡ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيۡمًا ٧١‏

"Wahai orang-orang yang beriman Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.”

Ayat ini menekankan bahwa memperbaiki kniscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.alitas niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.

Pendidikan Sebagai Penanaman Adab 

Prof. Zakiah Daradjat dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam menekankan bahwa pendidikan agama bukan sekedar mentrasfer pengetahuan kognitif tentang agama, melainkan proses internalisasi yang membentukan kepribadian utuh.

Degradasi moral terjadi ketika ada jurang antara pengetahuan (knowing) dan perbuatan (doing). Pelajar mungkin tahu bahwa berbohong itu dilarang, namun lingkungan digital memberikan pembenaran semu melalui perilaku flexing atau anonimitas di media sosial. 

Di sisi lain, Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam karya monumental The Concept pf Education in Islam menegaskan bahwa inti dari pendidikan adalah penanaman adab. Menurutnya, krisis terbesar umat saat ini bukanlah krisis ilmu pengetahuan hanya akan menjadi alat untuk memuaskan ego dan menimbukan kerusaukan (fasad) di muka bumi. 

Pelajar yang cerdas tanpa adab berpotensi menjadiu “intelektual yang merusak” karena kehilangan kompas etika dalam menggunakannya. 

Dirupsi Nilai di Ruang Digital. 

Tantangan terbesar saat ini adalah dirupsi nilai akibat media sosial yang sering kali mengabaikan adab. Fenomena ini diperparah oleh :

Pertama Krisis Tabayyun, sesuai dengan perintah QS. Al-Hujurat (49):6 setiap informasi harus diverivikasi agar tidak menimbulkan fitnah. Kurangnya kemampuan tabayyun di kalangan pelajar membuat mereka mudah termakan hoaks dan berperilaku reaktif atau agresif di media sosial. 

Kedua Budaya Instan dimana keinginan untuk mendapatkan pangkuan sosial (like and followers) menggesar nilai kesabaran dan proses yang panjang yang seharusnya ditanamkan dalam pendidikan islam.

Dengan demikian langkah yang straregis yang bisa kita teapkan adalah moralitas adalah soal karakter yang terbentuk melalui pembiasaan. Orang tua dan Guru juga harus menjadi teladan. Sebagaimana pepatah Arab “Lisānul ḥāli afṣaḥu min lisānil maqāli" (bahasa perbuatan lebih fasih daripada bahasa lisan).

Sebelumnya Mungkin Allah Tidak Selalu Langsung Mengangkat Kesedihan, Ta... Selanjutnya Bekal Iman dan Ilmu, LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Wonosobo...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar