MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM, Semarang — Lazismu Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas amil zakat dengan menyelenggarakan Sekolah Amil Kelas Fundraising yang diikuti oleh perwakilan Lazismu dari berbagai daerah. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 26–28 Januari 2026, bertempat di Hotel Candi Indah, Kota Semarang.
Dalam kegiatan tersebut, Lazismu Wonosobo mengirimkan dua personel sebagai peserta, yakni Ardila Eva Solehah sebagai staf fundraising & Viannisa Rahma Rizqia selaku staf media. Keikutsertaan keduanya merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia amil Lazismu Wonosobo agar mampu menjawab tantangan pengelolaan filantropi di era digital.
Sekolah Amil Kelas Fundraising ini diselenggarakan oleh Lazismu Jawa Tengah dengan fokus utama pada penguatan strategi digital fundraising serta peningkatan keterampilan fundraising dan media bagi para amil. Program ini juga menjadi bagian dari proses sertifikasi amil oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah, sebagai upaya standarisasi kompetensi amil di lingkungan Lazismu.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan lebih dari 10 materi yang dirancang secara komprehensif. Materi tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, seperti strategi digital fundraising, cara menangani keluhan donatur dan mustahik, perhitungan zakat sesuai ketentuan syariah, hingga penguatan etika dan profesionalisme amil.
Pada hari kedua pelaksanaan, peserta dibagi ke dalam dua kelas tematik, yaitu kelas fundraising dan kelas media. Pembagian kelas ini bertujuan untuk memberikan pendalaman materi sesuai dengan bidang kerja masing-masing peserta. Di kelas fundraising, peserta dibekali strategi penghimpunan dana berbasis digital, pengelolaan relasi donatur, serta inovasi kampanye filantropi. Sementara itu, kelas media difokuskan pada penguatan komunikasi publik, pengelolaan konten kreatif, serta pemanfaatan media digital untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Melalui penyelenggaraan Sekolah Amil ini, Lazismu Jawa Tengah berharap para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di daerah masing-masing. Peningkatan kapasitas amil dinilai menjadi kunci dalam memperkuat kepercayaan publik serta mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat.
Bagi Lazismu Wonosobo, keikutsertaan dalam Sekolah Amil Kelas Fundraising ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan penghimpunan dana melalui pendekatan digital yang lebih efektif. Kegiatan ini sekaligus menegaskan sinergi antara Lazismu Jawa Tengah dan Lazismu daerah dalam mewujudkan pengelolaan filantropi Islam yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebermanfaatan umat.
Penulis : Viannisa Rahma Rizqia

Comments
No comments yet. Be the first to comment!