MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojotengah menggelar pengajian dalam rangka silaturahmi sekaligus pelepasan jamaah calon haji warga Muhammadiyah Cabang Mojotengah pada Ahad (26/4/2026) di Masjid Darussalam.
Ketua PCM Mojotengah, Slamet, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa silaturahmi merupakan bagian dari akhlak yang harus terus dijaga. Ia menyebut kekuatan jamaah menjadi modal utama dalam menggerakkan berbagai program dakwah dan sosial. “Dengan kekuatan jamaah yang istiqamah, berbagai program dapat diselesaikan, termasuk pengadaan mobil ambulans yang berhasil direalisasikan hanya dalam waktu singkat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, soliditas jamaah turut mendorong keberhasilan dalam berbagai bidang, termasuk prestasi sarana prasarana masjid hingga rencana penyelesaian pembangunan kampus kedua yang kini terus berjalan.
Sementara itu, Camat Mojotengah, Eko Widi Nugroho, dalam pesannya kepada calon jamaah haji mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar ibadah haji dapat dijalankan dengan sempurna. Ia juga menekankan agar ilmu manasik yang telah dipelajari benar-benar diamalkan selama di Tanah Suci.
“Luruskan niat hanya karena Allah SWT, jaga kekompakan, dan semoga menjadi haji yang mabrur,” pesannya. Ia juga berharap para jamaah turut mendoakan para pemimpin agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Prosesi pelepasan jamaah haji diawali dengan doa dan permohonan restu yang dipimpin oleh Ustadz Mi’roj Mustajib. Dalam doanya, ia memohon agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta kemampuan menjalankan seluruh rukun, wajib, dan sunnah haji. Acara dilanjutkan Pelepasan oleh Ustadz Moh Khozin menyampaikan bahwa para jamaah tergabung dalam Regu 23 dan 24 Rombongan 6 KBIHU Gema Arofah, yang akan diberangkatkan melalui Bandara YIA Yogyakarta. Sebanyak 10 jamaah calon haji dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 15 Mei 2026
Dalam tausiyahnya Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. H. Soediro, S.H., LL.M., yang mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik, membatasi aktivitas yang tidak perlu, serta mempersiapkan ilmu dan meluruskan niat dengan penuh keikhlasan. Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan kewajiban bagi yang mampu, dan Allah SWT akan memampukan hamba-Nya yang telah terpanggil.
Dalam penyampaiannya, H Soediro juga mengangkat pendekatan dakwah kultural melalui kisah Pandawa Lima dalam wiracarita Mahabharata sebagai simbol lima rukun Islam. Yudistira melambangkan syahadat, Bima melambangkan shalat, Arjuna melambangkan zakat, Nakula melambangkan puasa, dan Sadewa melambangkan haji sebagai perjalanan spiritual menuju kesempurnaan iman.
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan ukhuwah sekaligus doa bersama agar para jamaah calon haji diberikan kelancaran dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur, serta membawa peningkatan dalam ibadah dan amal di tengah masyarakat.
Kontributor / Editor : Rudyspramz
Komentar
Betul sekali
Salut... Meningkatkan ukhuwah,sekedar usulan lestarikan endong sistem (anjangsana silaturrahmi door to door), pemberdayaan umat lebih dimaksimalkan... Allohu akbar.. Muhammadiyah selalu jaya