Home > Article > Category > OPINI

Filosofi Burung Elang dan Gagak: Membaca Arah Konsolidasi Muhammadiyah Berkemajuan

Oleh : Ilham Akbar, Sekretaris PCM Sapuran

Sebagai peserta konsolidasi organisasi yang diselenggarakan bertempat di gedung dakwah PCM Kertek mencoba  mengupas dan memahami makna arahan Ketua PDM Wonosobo, Drs. H. Bambang WEN, MM, melalui filosofi elang dan burung gagak yang beliau sampaikan. Filosofi ini tampak sederhana, namun sesungguhnya menyimpan pesan strategis tentang cara Muhammadiyah memahami tantangan, mengelola energi organisasi dan menentukan arah gerak ke depan

Elang melambangkan organisasi besar yang memiliki visi jauh ke depan. Ia terbang tinggi bukan untuk menjauh dari masalah, melainkan untuk melihat persoalan secara utuh dan proporsional. Dalam konteks Muhammadiyah, “terbang tinggi” berarti meningkatkan kualitas pemikiran, program dan kader. Organisasi tidak boleh terjebak pada reaksi sesaat, tetapi harus mampu membaca zaman, merancang langkah jangka panjang dan tetap fokus pada misi utama dakwah dan tajdid

Burung gagak yang bertengger di pundak elang menggambarkan gangguan yang kerap menyertai perjalanan organisasi misalnya adanya kritik yang tidak konstruktif, provokasi, prasangka bahkan upaya menarik Muhammadiyah masuk ke dalam polemik yang tidak produktif. Pesan penting dari filosofi ini adalah bahwa elang tidak melawan gagak dengan cara yang sama. Ia tidak sibuk mengusir apalagi menyerang. Elang memilih meningkatkan ketinggian terbangnya. Pada titik tertentu, gagak tidak mampu bertahan dan jatuh dengan sendirinya

Makna ini relevan dengan kondisi organisasi hari ini. Muhammadiyah tidak perlu menghabiskan energi untuk menjawab setiap kegaduhan. Energi organisasi jauh lebih berharga jika digunakan untuk memperkuat amal usaha, meningkatkan mutu kader dan memperluas kebermanfaatan sosial. Ketika kualitas gerakan dinaikkan, gangguan akan kehilangan daya pengaruhnya secara alami. Inilah bentuk kedewasaan organisasi yang telah melampaui satu abad lebih usia perjuangan (113 tahun)

Filosofi elang dan gagak juga mengajarkan pentingnya konsolidasi internal. Untuk bisa “terbang tinggi”  elang membutuhkan sayap yang kuat dan arah yang jelas. Dalam Muhammadiyah, sayap itu adalah kader yang ideologis, profesional dan berintegritas sementara arah adalah nilai Islam (Muhammadiyah Berkemajuan) yang menjadi tagline Persyarikatan. Tanpa penguatan kader dan kejelasan arah, organisasi mudah lelah dan terseret ke bawah oleh beban-beban yang seharusnya tidak perlu

Selain itu, pesan ini menegaskan karakter dakwah Muhammadiyah yang solutif dan mencerahkan. Dakwah elang bukan dakwah yang reaktif dan emosional tetapi dakwah yang menghadirkan solusi nyata. Ketika Muhammadiyah konsisten membangun pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang adil dan pemberdayaan ekonomi umat maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya. Legitimasinya tidak dibangun oleh suara keras, melainkan oleh manfaat yang dirasakan langsung

Filosofi ini memberi pelajaran penting dalam berorganisasi karena tidak semua tantangan harus dijawab dengan perlawanan verbal dan tidak semua kritik harus ditanggapi secara frontal. Yang lebih penting adalah terus menaikkan kualitas diri dan organisasi. Muhammadiyah Berkemajuan berarti berani naik kelas dalam cara berpikir, bekerja dan memberi manfaat

Pada akhirnya, filosofi burung elang dan gagak menegaskan bahwa masa depan Muhammadiyah ditentukan oleh konsistensi pada misi, kekuatan konsolidasi dan keberanian untuk terus berkembang. Selama Muhammadiyah memilih untuk “terbang lebih tinggi” menjaga fokus pada nilai dan memperluas manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan maka segala gangguan akan jatuh dengan sendirinya. Itulah makna mendalam dari Muhammadiyah Berkemajuan

Comments

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Reply