PWMJATENG.COM, SEMARANG — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., resmi menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Dakwah tingkat nasional. Penganugerahan ini menjadi salah satu agenda utama dalam Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jumat (30/1/2026).
Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memilih Kyai Tafsir karena dedikasinya yang luas dalam memajukan dakwah komunitas Muhammadiyah. Selain itu, penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri 2026 ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi individu yang konsisten membela kelompok masyarakat rentan.
Kerja Kolektif dan Dakwah Inklusif
Kyai Tafsir menerima apresiasi tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia menilai bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen Muhammadiyah di Jawa Tengah. Prestasi ini bermula dari kedisiplinan mereka dalam menjalankan strategi Dakwah Inklusif yang turun langsung mendampingi komunitas di lapangan.
Meskipun mengaku terkejut saat namanya dipanggil ke panggung utama, Kyai Tafsir tetap rendah hati menanggapi apresiasi tersebut. “Saya tidak mungkin menilai kinerja diri sendiri karena itu wilayah orang lain. Pihak LDK PP Muhammadiyah yang mengetahui persis alasan pemberian penghargaan ini,” ungkapnya.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Dr. H. Muhammad Arifin, M.Ag., mengamini hal tersebut. Ia menilai Kyai Tafsir sebagai motor penggerak yang memastikan dakwah hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat di akar rumput.
Selain Kyai Tafsir, gelaran Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Dai Inspiratif 2026. Salah satu sosok nasional yang turut meraih penghargaan adalah Ustadzah Oki Setiana Dewi. Kehadiran para tokoh ini memperkuat tema acara yakni “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu”.
Kyai Tafsir berpesan agar para dai terus tampil kreatif dan adaptif. “Dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Kita tidak cukup hanya menjadi orang baik secara pribadi, tetapi juga harus aktif mengajak orang lain menuju kebaikan melalui Dakwah Inklusif,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya misi Islam Rahmatan lil ‘Alamin yang tampil penuh keramahan dan kasih sayang tulus kepada setiap makhluk.
Transformasi Digital Melalui SIDAKMU
Kyai Tafsir menyambut baik momentum Rakornas ini sebagai langkah besar organisasi. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan. Agenda Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 ini pun akan terus berlangsung hingga 31 Januari 2026 mendatang.
Sebagai bagian dari transformasi organisasi, Muhammadiyah juga meluncurkan Sistem Informasi Dakwah Muhammadiyah (SIDAKMU). Kehadiran Sidakmu Muhammadiyah bertujuan untuk mendata peta dakwah secara digital dan terintegrasi di seluruh Indonesia. Melalui inovasi ini, Muhammadiyah berkomitmen penuh untuk terus merawat dan mengembangkan dakwah yang membumi bagi bangsa.
Editor: Al-Afasy

Comments
No comments yet. Be the first to comment!