MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM-JEPARA – Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting serta Lembaga Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sukses menggelar EXPO dan Pemilihan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan se-Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (8–9/8/2026), dipusatkan di Aula SD Muhammadiyah Belimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.
Ajang tahunan ini menjadi wadah apresiasi sekaligus panggung unjuk kerja inovasi dakwah di tingkat akar rumput (grassroots). Berbagai program unggulan ditampilkan oleh para peserta, mulai dari penguatan kaderisasi anak muda, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, hingga aksi nyata peduli lingkungan seperti penanaman pohon dan pertanian organik.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, jajaran PWM Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jateng, pengelola masjid, serta ratusan penggembira Muhammadiyah.
Dalam amanahnya, Muhammad Jamaludin Ahmad menegaskan pentingnya penguatan basis organisasi di tingkat akar rumput.
"Keunggulan Cabang dan Ranting tidak hanya diukur dari besarnya aset atau banyaknya Amal Usaha, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada umat dan masyarakat," tegasnya.
Daftar Lengkap Peraih Anugerah Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan
Setelah melalui proses presentasi ketat di hadapan dewan juri, LPCRPM PWM Jawa Tengah secara resmi mengumumkan daftar penerima penganugerahan predikat unggulan untuk masing-masing kategori:
Kategori Cabang Unggulan
PCM Ajibarang, Banyumas
PCM Kertanegara, Purbalingga
PCM Ngawen, Klaten
Kategori Ranting Unggulan
PRM Donorejo, Secang, Kabupaten Magelang
PRM Singasari, Karanglewas, Banyumas
PRM Bancak 1, Mojogedang, Karanganyar
Kategori Masjid Unggulan
Masjid Besar Al Mukarromah, Karanganyar
Masjid Sabilul Muttaqin, Banyumas
Masjid Mujahidin, Kabupaten Magelang
PCM Wonosobo masuk 8 Besar se-Wilayah Jawa Tengah mendapatkan penghargaan dan uang pembinaan
Inovasi dari Akar Rumput
Setiap peserta finalis diberikan waktu tiga menit untuk memaparkan keunggulan programnya, dilanjutkan sesi tanya jawab intensif bersama dewan juri. Isu-isu krusial seperti pelibatan anak muda di bawah usia 40 tahun, kemandirian ekonomi organisasi melalui Lazismu dan BTM, hingga pengelolaan sampah dan lingkungan menjadi tolok ukur utama penilaian.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Jawa Tengah berharap cabang, ranting, dan masjid unggulan dapat membina serta mendampingi unit lain di sekitarnya agar gerakan dakwah dan pelayanan masyarakat semakin meluas serta berkelanjutan.
Kontributor/Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!