KABAR 2 menit baca

Bangun Sekolah Ramah dan Berkarakter, K3M MURIA Wonosobo Gelar Upgrading dan KKG Berbasis Gerakan STOP

Rudi Pramono 25 Agustus 2026 34 views

​'MUHAMMADIYAH​WONOSOBO.COM – Upaya memperkuat kompetensi pendidik serta membangun iklim lingkungan sekolah yang ramah dan inklusif terus digalakkan di Kabupaten Wonosobo. Kelompok Kerja Madrasah (K3M) Muhammadiyah Rifaiyah Al Kayyis (MURIA) secara resmi menyelenggarakan agenda Upgrading dan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang dipusatkan di GOR MI Hamka, Senin (24/8/26) 

​Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh elemen guru dan tenaga kependidikan di wilayah K3M MURIA.

Berbeda dari pelatihan konvensional, agenda ini mengusung gagasan utama berupa gerakan STOP, yakni Senyum, Tahan, Obrolkan, Peduli, sebagai landasan utama pengembangan budaya kerja di lingkungan madrasah.

Menggali 4 Pilar Gerakan STOP

​Hadir sebagai narasumber utama, Babe Aries memaparkan bahwa esensi utama dari transformasi pendidikan tidak hanya terletak pada penguasaan materi teknis, melainkan pada pembentukan karakter pendidik dalam berinteraksi sehari-hari.

​Dalam paparannya, Babe Aries merinci empat pilar utama gerakan STOP:

Senyum: Menjadikan senyuman hangat sebagai sarana awal pembuka komunikasi yang ramah antara guru, siswa, serta sesama kolega.

Tahan: Melatih kesabaran, mengelola emosi, serta menjaga cara pandang positif saat menghadapi tantangan pembelajaran di kelas.

Obrolkan: Mendorong terciptanya ruang dialog yang inklusif, transparan, dan kolaboratif antar sesama tenaga pendidik.

Peduli: Menumbuhkan rasa kepekaan yang mendalam terhadap kebutuhan emosional siswa, kondisi rekan kerja, dan kebersihan lingkungan sekolah.

​"Melalui semangat STOP, kita ingin membangun madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hangat dan berakhlak.

Guru yang mudah tersenyum, sabar, komunikatif, dan peduli akan mampu melahirkan generasi masa depan yang luar biasa," tegas Babe Aries di hadapan para peserta.

Ladang Pengabdian dan Peningkatan Kompetensi Guru

​Ketua K3M MURIA, Yuwono, menegaskan pentingnya meluruskan niat dan memantapkan komitmen dalam menjalankan tugas pendidikan di madrasah. Menurutnya, dinamika serta tantangan yang dihadapi di sekolah hendaknya dimaknai sebagai peluang pengabdian.

​"Berbagai tantangan di madrasah adalah ladang pahala jariah bagi kepala sekolah, guru, serta seluruh warga sekolah. Agenda upgrading dan KKG ini menjadi langkah nyata untuk menyamakan langkah, menyatukan visi, dan terus meningkatkan mutu layanan pendidikan," ungkap Yuwono.

​Dukungan serupa disampaikan oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojotengah, Ristiadi, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi peran vital guru dalam merancang peradaban dan kualitas generasi mendatang.

​"Guru merupakan pilar utama pembentukan karakter generasi masa depan. Oleh karena itu, kesadaran untuk terus belajar dan mengasah kompetensi secara berkelanjutan adalah hal yang mutlak," tutur Ristiadi.

Suasana Hangat dan Sinergi Komunitas

​Pelaksanaan upgrading dan KKG berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kegembiraan peserta makin terasa saat panitia membagikan berbagai hadiah (doorprize) menarik pada sesi pembukaan acara.

​Kesuksesan dan kenyamanan rangkaian kegiatan ini juga tidak lepas dari peran aktif Paguyuban Wali Murid MI Hamka.

Dengan keramahan khas lokal, para wali murid turut mendukung penuh jalannya acara, mulai dari penyambutan hingga penyediaan sajian kuliner yang menambah keakraban antar peserta.

​Melalui gerakan STOP, K3M Muhammadiyah Rifaiyah Al Kayyis berkomitmen untuk terus mendorong madrasah-madrasah di wilayahnya agar tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berdaya saing, serta menjadi teladan positif di tengah masyarakat.

Kontributor : Suparno
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya PCM dan PCA Sukmajaya Kota Depok Gelar Silaturahmi dan tadab...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar