Home > Article > Category > KABAR

PCM Kalikajar Gelar Baitul Arqam, Perkuat Ideologi dan Strategi Pengembangan Cabang-Ranting

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalikajar bersama MPKSDI PDM Wonosobo menggelar kegiatan Baitul Arqam di Pendopo Kecamatan Kalikajar pada Sabtu–Ahad (14–15/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari unsur PCM, UPP, serta pimpinan ranting Muhammadiyah se-Cabang Kalikajar.

Baitul Arqam menghadirkan pemateri dari MPKSDI PWM Jateng dan PDM Wonosobo dengan berbagai tema strategis, di antaranya Strategi Pengembangan Cabang dan Ranting, Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah, Profil Kader dan Nilai Perjuangan Muhammadiyah, Metodologi Pemahaman Agama menurut Manhaj Tarjih, Implementasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) dalam kehidupan sehari-hari, serta Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang dialog dan pemecahan masalah organisasi.

Wakil Ketua PDM Wonosobo yang membidangi MPKSDI, Khanif Rosyadi, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa sistem perkaderan Muhammadiyah secara umum terbagi menjadi dua bagian, yakni Perkaderan Utama dan Perkaderan Fungsional.

“Perkaderan Utama merupakan kegiatan kaderisasi pokok yang dilaksanakan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan dengan kurikulum baku untuk menyatukan visi, ideologi, sistem, dan aksi gerakan Muhammadiyah.”ujarnya

Lebih lanjut ia menekankan bahwa Perkaderan ini terbagi menjadi 2 yaitu Darul Arqam dan Baitul Arqam. Darul Arqam bertujuan membentuk cara berpikir dan sikap kader serta pimpinan yang kritis, terbuka, dan berkomitmen terhadap Muhammadiyah, sedangkan Baitul Arqam merupakan penyederhanaan dari Darul Arqam yang diperuntukkan bagi pimpinan daerah, cabang, dan ranting dengan durasi dua hari satu malam.

“Ada Perkaderan khusus yg sifatnya Fungsional dilaksanakan dalam bentuk pendidikan, pelatihan, kursus, atau kajian intensif yang fleksibel dalam pengembangan kurikulum. Contohnya meliputi sekolah kader Mu’allimin/Mu’allimat, MBS, pondok pesantren, PUTM, serta pelatihan mubaligh dan pelatihan hisab falak oleh majelis terkait.”katanya

Di akhir sambutannya, Khanif Rosyadi berharap seluruh peserta Baitul Arqam mampu memahami dasar-dasar keislaman, ideologi Muhammadiyah, serta tata kelola organisasi secara komprehensif. Selain itu, peserta diharapkan mampu memecahkan berbagai persoalan kehidupan dan organisasi berdasarkan nilai-nilai Islam dan aturan Persyarikatan.

Ketua PCM Kalikajar, Wachid Asrori, dalam arahannya menekankan pentingnya meneladani nilai perjuangan dari Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 246–252 tentang kisah Thalut dan Jalut. 

“Kemenangan tentara Thalut yang jumlahnya lebih kecil menunjukkan bahwa karakter pejuang yang tangguh, sabar, taat aturan, dan loyal kepada pemimpin akan memperoleh pertolongan Allah” tuturnya

Ketua PCM menegaskan bahwa kader Muhammadiyah harus memiliki keteguhan ideologi, kedisiplinan organisasi, serta semangat juang yang kuat. 

“Dengan karakter tersebut, Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting akan mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.” Pungkasnya

Kontributor / editor : Rudyspramz

Comments

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Reply