Oleh : Gus Zuhron, Sekretaris MPKSDI PWM Jateng, Dosen AIK Unimma
Tahukah kamu siapa golongan pendusta Muhammadiyah?
Mereka adalah orang-orang yang menghardik para kader dan membatasi langkah gerak sehingga potensinya tidak bisa berkembang.
Mereka adalah para pimpinan yang dengan sengaja memanfaatkan kebesaran nama Muhammadiyah untuk kepentingan pribadi.
Mereka yang hobinya merusak Muhammadiyah secara sistematis dengan berbagai cara dan berkamuflase seolah-olah pejuang sejati Muhammadiyah.
Mereka yang memanfaatkan Amal Usaha Muhammadiyah sebagai tempat mencari penghidupan tetapi tidak sedikitpun berkontribusi mengembangkan dakwah persyarikatan.
Mereka yang berkuasa terlalu lama di Muhammadiyah dan tidak lekas sadar akan pentingnya regenerasi.
Mereka yang mengaku kader Muhammadiyah tetapi tidak taat pada putusan Pimpinan Muhammadiyah.
Mereka yang mengatasnamakan Muhammadiyah untuk menghimpun dana ummat tetapi sering menyengaja zakatnya tidak masuk persyarikatan.
Para pendusta Muhammadiyah ini hidupnya bergentayangan hampir di semua struktur organisasi dan merangsek pada sudut-sudut strategis dalam Amal Usaha Muhammadiyah. Layaknya seperti benalu yang mematikan. Keberadaannya terasa tetapi sulit untuk dimusnahkan.
Para pendusta sering membangun afiliasi untuk memperkuat jamaahnya dan melakukan bentuk-bentuk perlawanan pada kebijakan organisasi. Orang- orang ini tidak akan pernah bertanggungjawab dan tidak merasa bersalah seandainya Muhammadiyah rusak dan runtuh.
Penampilan kelompok pendusta terkadang cukup meyakinkan. Kalau memakai batik seragam Muhammadiyah kelihatan berwibawa.
Ada juga yang jidatnya tatoan karena mungkin sujudnya terlalu lama. Ada pula yang hobi memakai kendaraan dinas tetapi perilakunya tidak mencerminkan sama sekali. Memakai jas berdasi dengan wajah klimis dan memikat hati.
Lebih jauh, perilaku dustanya menjadi kebijakan organisasi yang merusak tatanan.
Eksistensi kelompok ini tidak bisa dianggap enteng. Tidak menutup kemungkinan suatu saat menjadi penguasa yang mengendalikan sepenuhnya roda organisasi.
Racun pendusta terus ditabur dengan beragam strategi. Semangatnya tidak pernah padam, terus menerus meluruskan barisan demi satu tujuan “menguasai persyarikatan”.
Mereka tidak bisa dilawan hanya dengan cara-cara normatif dan instan. Seruan- seruan moral lewat khutbah keagamaan adalah dosis rendah yang tidak akan mempan.
Kalau dengan penista Muhammadiyah kita sering bereaksi dengan cepat, kenapa dengan para pendusta sering bersikap toleran. Bukankah yang harus diperangi dengan serius adalah para pendusta bukan penista Muhammadiyah.
Kesadaran kolektif dalam merawat rumah besar persyarikatan dengan cara menciptakan sistem yang kuat dan kaderisasi yang berkelanjutan adalah jalan paling ideal untuk membersihkan para pendusta Muhammadiyah. Karena hakikatnya Muhammadiyah itu digerakkan oleh sistem, bukan sinten apalagi sepinten..
_Student Dormitory UMY, Selasa, 03 Februari 2026 pukul 19.15 WIB_ sambil mendampingi Baitul Arqam (BA) Pejabat Struktural UMY

Comments
Pentingnya pembinaan generasi Melineal Muhammadiyah yang kedepan bisa mewarnai media sosial dari seluruh lini. Maaf sepertinya saat ini masih didominasi oleh *Saudara saudara kita sebelah* Salam Jamaah kuat🙏🧡