MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonosobo kembali menggelar Kajian Ahad Pahing Hari Bermuhammadiyah Cabang Wonosobo, pada Ahad (21/12/2025) di SD MBF Al Adzkiya Wonosobo. Dimeriahkan oleh Senam Daycare Lansia, Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah,
Hadir PCM, PCA, PRM, PRA, Ortom, AUM di lingkungan PCM Wonosobo. Hadir sebagai narasumber Ustd. Zuhron Arofi, M. Pd. dari MPKSDI PWM Jawa Tengah
Ketua PCM Wonosobo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PCM Wonosobo memiliki 3 Kegiatan : Kajian Keluarga Sakinah (KKS) setiap Ahad , Kajian Sabtu Pahing (KSP) bergiliran di Ranting2 dan Kajian Ahad Pahing (KAP) Hari Bermuhammadiyah
Dalam Tausiyahnya tentang " Memperluas Jamaah Muhammadiyah Melalui Penguatan Dakwah Kultural" Ust. Zuhron Arofi menyampaikan tema tentang 3 Tahapan Dakwah Kultural :
1. Aksi Pionir : Pelopor, inpirator, pembuka jalan yang dilakukan KH Ahmad Dahlan yang mengawali dakwah kultural dalam menghadapi keraton "benteng kemusrykan yang kuat' sementara agama saat itu rumit dan birokratis, Kyai Dahlan bersikap santun, memudahkan orang mengamalkan agama, beliau memisahkan mana yang sesuai dengan ajaran islam mana yang tidak, istilah fiqih/TBC tidak ada di jaman beliau baru muncul di masa KH Mas Mansyur. Kyai Dahlan mengatasi persoalan kemusyrikan dengan mendirikan sekolah, agar cerdas, metode dakwah Kyai Dahlan tersebut membuat beliau diangkat menjadi khatib dan menunaikan ibadah haji.
2. Diskursus Teori : wacana yang dibentuk oleh perilaku dalam relasinya dengan budaya lokal masih dilakukan dengan kreatifitas dakwah kultural secara orang perorangan, termasuk juga dakwah AR Fahrudin pakai ragam bahasa Jawa dan didalamnya mengandung adab. Semua metode dakwah itu kumpulan teori2 perlu disusun secara sistematis memunculkan metode budaya baru.
3. Institusionalisasi Manhaj, dilembagakan dan di fomalkan, transformasi dari konsep ke sistem. Institusionalisasi Manhaj Dakwah Kultural sudah dilakukan dalam Tanwir Denpasar th 2004 diresmikan dakwah lewat Kebudayaan sepanjang tidak bertentangan dengan syariat Islam, namun masih banyak yang harus disepakati metode dakwah kultural dalam kegiatan terkait siklus kehidupan : kelahiran, kematian, pernikahan yang masih kreatifitas masing2 mubaligh agar dirumuskan dalam Manhaj Muhammadiyah menjadi budaya baru yang tetap pada kemurnian Islam dalam aqidah dan ibadah serta diterima oleh lingkungan dan bisa meningkatkan jamaah Muhammadiyah (rdp)

Comments
No comments yet. Be the first to comment!